Viral Petugas Halte Transjakarta Cekcok dengan Penumpang yang Pakai Masker Scuba

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang sebelum menaiki transjakarta di Halte Transjakarta Pasar Senen, Jakarta, Jumat, 18 Desember 2020. Pembatasan jam operasional transportasi itu pun mulai diterapkan hari ini, 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Calon penumpang sebelum menaiki transjakarta di Halte Transjakarta Pasar Senen, Jakarta, Jumat, 18 Desember 2020. Pembatasan jam operasional transportasi itu pun mulai diterapkan hari ini, 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Transjakarta Jhony Tjitrokusumo menyayangkan sikap masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Hal itu disampaikan Jhony menanggapi video viral seorang pria yang marah-marah di halte Transjakarta Semanggi, Jakarta Selatan.

    Dari video viral yang beredar, pria tersebut berusaha menerobos halte bus Transjakarta namun dicegat petugas. Pria itu juga tidak mengenakan masker standar sesuai ketentuan Transjakarta, melainkan hanya masker scuba yang sudah melorot ke dagu.

    "Saat itu petugas kami sudah mengingatkan untuk mengganti masker scuba dengan masker medis, tapi pelanggan justru kurang memperhatikan dan malah menerobos masuk," kata Jhony dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 6 Juli 2021.

    Pria berbaju hitam itu lantas berdebat dengan seorang petugas halte Transjakarta. Masker pria ini tampak melorot ke bawah, sehingga tak menutupi mulut dan hidungnya.

    "Saya lagi sakit, cuma masalah begini aja kok enggak ada toleransi," kata pria itu sambil berteriak dan menunjuk maskernya.

    Selanjutnya perdebatan antara petugas Halte Transjakarta dan pria penerobos itu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.