Viral Penceramah Sebut PPKM Darurat Hambat Idul Adha, Kemenag Tangsel Buka Suara

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas gabungan memutar balikkan kendaraan yang akan menuju puncak di pos penyekatan PPKM Darurat, Simpang Gadog, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 6 Juni 2021. Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, penyekatan kendaraan yang akan menuju puncak yang biasanya dilakukan pada akhir pekan tersebut dilakukan setiap hari. Pengendara yang plat nomor polisinya bukan huruf F, dan bukan warga setempat serta tidak dapat menunjukkan dokumen syarat melintas seperti hasil negatif swab antigen atau PCR akan diarahkan untuk memutar balik. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas gabungan memutar balikkan kendaraan yang akan menuju puncak di pos penyekatan PPKM Darurat, Simpang Gadog, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 6 Juni 2021. Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, penyekatan kendaraan yang akan menuju puncak yang biasanya dilakukan pada akhir pekan tersebut dilakukan setiap hari. Pengendara yang plat nomor polisinya bukan huruf F, dan bukan warga setempat serta tidak dapat menunjukkan dokumen syarat melintas seperti hasil negatif swab antigen atau PCR akan diarahkan untuk memutar balik. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Sebuah video penceramah viral di media sosial karena mengatakan PPKM darurat mencoba menghalangi pelaksanaan hari raya Idul Adha pada 20 Juli 2021.

    "Tadi saya sudah dapat penjelasan dari ketua Yayasan Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ) bahwa video ceramah Kh. Sofwan Nizomi sudah di potong dan tidak secara utuh ditampilkan sehingga banyak menimbulkan kesalahpahaman publik," kata kepala kantor Kementerian Agama kota Tangsel Abdul Rojak saat dihubungi, Rabu 7 Juli 2021.

    Menurut Rojak, pengurus Masjid Raya Bintaro Jaya bersama Kh. Sofwan Nizomi sudah datang langsung ke Polres Tangsel untuk menjelaskan tentang pengajian dan isi ceramah tersebut.

    "Mereka sekaligus juga melaporkan akun yang menyebarluaskan potongan isi ceramah tersebut dengan membawa bukti isi video ceramah yang lengkap dan utuh," ujarnya.

    Kh. Sofwan Nizomi juga sudah membuat video bantahan terkait isi ceramah yang dipotong oleh orang yang tidak bertanggungjawab tersebut.

    "Imbauan saya agar masyarakat selektif dan melakukan cek serta ricek dalam mendengar dan membaca konten berita agar terhindar dari fitnah dan hoax," ungkapnya.

    Sebelumnya sebuah video ceramah berdurasi 60 detik viral di media sosial karena mempertanyakan pelaksanaan hari raya Idul Adha yang dihalangi oleh adanya pelaksanaan PPKM darurat.

    MUHAMMAD KURNIANTO

    Baca juga: Lurah Pancoran Mas Tersangka Langgar PPKM Darurat, Anggota DPRD Depok: Copot


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.