Warga Bogor Kesulitan Cari Obat Covid-19, Keluar Masuk Apotek Kosong

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menunjukkan barang bukti dalam konferensi pers terkait kasus penjualan obat di atas harga eceran tertinggi dan pemalsuan surat bebas Covid-19 di Polda Metro Jaya, Jumat, 9 Juli 2021. Pelaku menjual obat influenza oseltamivir dengan harga empat kali lipat menjadi Rp 8,5 juta dari harga Rp 2,6 juta per 10 kotak. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menunjukkan barang bukti dalam konferensi pers terkait kasus penjualan obat di atas harga eceran tertinggi dan pemalsuan surat bebas Covid-19 di Polda Metro Jaya, Jumat, 9 Juli 2021. Pelaku menjual obat influenza oseltamivir dengan harga empat kali lipat menjadi Rp 8,5 juta dari harga Rp 2,6 juta per 10 kotak. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Bogor - Seorang warga Kota Bogor terpaksa keluar masuk apotek untuk mencari obat Covid-19 bagi anggotanya keluarganya yang terinfeksi virus corona. Mondar mandir dengan sepeda motor matic miliknya, Dede Royani, 36 tahun, mencari-cari Azithromycin dan Mecovit-D3 1000 IU di sejumlah apotek di Kota Bogor.

    Dari apotek kecil hingga besar dimasukinya untuk mencari antibiotik dan vitamin yang dipesan oleh kakaknya yang terkonfirmasi reaktif Covid-19. Dede menyebut, dari rumahnya di Kayu Manis Kota Bogor dia menyusuri jalan Sholeh Iskandar hingga Pajajaran dan mendatangi tiap apotek yang ada.

    “Ada kali tujuh apotek mah, lupa gak itung. Tapi intinya setiap apotek mengatakan obat yang saya cari gak ada, terutama Mecovit ini. Ada tadi di satu apotek, dosisnya sama tapi mereknya beda. Terus satu ada, satu kosong. Belum harganya mahal dari biasanya,” kata Dede kepada Tempo, Jumat 9 Juli 2021.

    Menurut Dede, kakaknya disuruh isolasi mandiri karena reaktif Covid-19. Dokter yang memeriksa menyarankan untuk mengkonsumsi Azithromycin dan Mecovit dalam resep yang dituliskan.

    “Tapi sana sini saya nyari gak ada, sampai apotek kimia Farma yang besar yang ada di jalan Juanda Kota Bogor juga ga ada, padahal itu apotek besar. Ini saya mau coba nyari ke Ciawi, soalnya ada banyak apotek di sana. Semoga dapat,” kata Dede.

    Selanjutnya klinik di Cimanggu juga hanya bisa memberi resep tanpa obat 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...