Jenazah Covid-19 Telantar di Depok, Keluarga: Puskesmas Ditelepon Nggak Jawab

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenazah dengan indikasi Covid-19 tidak dapat penanganan dari Pemerintah Kota Depok selama kurang lebih 5 jam pada Jumat 9 Juli 2021. dok.pribadi

    Jenazah dengan indikasi Covid-19 tidak dapat penanganan dari Pemerintah Kota Depok selama kurang lebih 5 jam pada Jumat 9 Juli 2021. dok.pribadi

    TEMPO.CO, Depok – Kisah pilu menyelimuti keluarga Edwin Sumampauw warga Kecamatan Pancoran Mas, Depok, jenazah adiknya yang diduga terpapar Covid-19 telantar hingga 5 jam. Edwin mengatakan keluarganya juga tidak pernah di-tracing oleh Pemerintah Kota Depok, meski dia dan istrinya dinyatakan positif Covid-19.

    Edwin menceritakan, ia dan sang istri dinyatakan positif Covid-19 sejak 21 Juni 2021 melalui hasil tes PCR sehingga harus isolasi mandiri di rumah.

    Namun anggota keluarga yang juga tinggal serumah dengan Edwin, yaitu adiknya yang down syndrome dan orang tuanya yang sudah tidak bisa lagi berjalan tidak dilakukan tracing.

    “Saya sudah coba hubungi satgas agar adik kami dan ibu kami ini bisa ikut diswab, tapi nggak ada jawaban, sudah nggak ada jawaban sama sekali,” kata Edwin kepada wartawan, Jumat 9 Juli 2021.

    Padahal, adiknya Ade Aditia Setiadi, 32 tahun, telah menunjukkan gejala awal Covid-19 yakni batuk-batuk. Namun Edwin akhirnya hanya memberikan sang adik obat-obatan seadanya yang ia beli dari warung terdekat karena belum ditracing Puskesmas setempat.

    “Adik saya ini mulai batuk-batuk sudah kita kasih segala macem, obat-obatan warung dan kita kasih minum," kata Edwin.

    Selanjutnya: Hingga kritis, adik Edwin sama sekali tak pernah ditracing oleh puskesmas maupun Satgas Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.