Kontraktor Double Track Bogor Upayakan Penyelesaian Proyek di Akhir Tahun

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proyek double track ruas Cigombong Ciomas/Murtadho/Tempo

    Proyek double track ruas Cigombong Ciomas/Murtadho/Tempo

    TEMPO.CO, Bogor - Pengerjaan proyek double track atau dua jalur kereta api Bogor-Sukabumi pada ruas Cigombong-Ciomas sudah mencapai 90 persen. 

    Koordinator lapangan PT Yaspola Remaja yang mengerjakan ruas tersebut, Agus Istugiyanto mengatakan saat ini tinggal pengerjaan eksisting terakhir yaitu, jembatan di Kampung Cijambu dengan panjang 70 meter.

    "Kami memang ditarget batas waktu pengerjaan ini sampai akhir tahun. Kami selalu fokus mengerjakan itu," ujar Agus kepada Tempo, Sabtu, 10 Juli 2021.

    Proyek double track kereta api Bogor -Sukabumi ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.

    Ada tiga seksi pengerjaan proyek ini yaitu Cicurug-Cigombong, Cigombong-Ciomas dan Ciomas-Paledang.

    Agus mengatakan adanya kendala cuaca merupakan tantangan sendiri dalam pengerjaan proyek ini. "Cuaca yang membuat kita kelimpungan," kata dia.

    Agus mengatakan, pihaknya baru mengerjakan proyek ini pada Mei 2021. "Berarti kami  cuma punya waktu 7 bulan untuk menyelesaikan proyek double track sesi II ini," kata dia.

    Koordinator pengerjaan double track Aris Widyanto mengatakan bahwa saat ini mereka fokus menyelesaikan eksisting. "Saat ini kami rampungkan proses pembangunan jembatan penghubung ini, karena jika ini sudah selesai, maka yang lainnya bisa kami kejar sesuai target yang diberikan," ujar dia.

    Pembangunan proyek jalur kereta api double track ini sebelumnya sempat diprotes warga Bogor, tepatnya untuk ruas Ciomas-Paledang. Warga protes karena pembangunan proyek itu membuat rumah mereka rusak.

     “Keluhan ini sudah lama disampaikan ke saya, namun baru kali ini saya datangi langsung warga. Ternyata betul, rumah warga di sini banyak retak dan rusak akibat pengerjaan proyek double track ini,” kata Rusli prihatevy, anggota DPRD Kota Bogor.

    Baca juga: Dishub DKI: Pengemudi Ojol dan Taksi Online Wajib Pegang STRP Saat PPKM Darurat

    M.A MURTADHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.