PPKM Darurat, Pengusaha Dekorasi Banting Setir Jadi Pengrajin Peti Mati

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengangkut peti jenazah untuk didistribusikan di TPU Petamburan, Jakarta Pusat, Selasa, 6 Juli 2021. Distribusi peti gratis dari Pemprov DKI Jakarta dilakukan melalui fasilitas kesehatan, seperti RSUD, Puskesmas, hingga 42 kecamatan se-DKI Jakarta. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Pekerja mengangkut peti jenazah untuk didistribusikan di TPU Petamburan, Jakarta Pusat, Selasa, 6 Juli 2021. Distribusi peti gratis dari Pemprov DKI Jakarta dilakukan melalui fasilitas kesehatan, seperti RSUD, Puskesmas, hingga 42 kecamatan se-DKI Jakarta. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Bogor - Berawal dari keprihatinan melihat angka kematian Covid-19 yang tinggi serta usaha dekorasi yang sepi order, Ranky Safitri banting setir menjadi pengrajin peti mati khusus Covid.

    Pengusaha asal Bogor ini mengatakan sudah setahun sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, bisnisnya di bidang dekorasi terus menurun. Lalu diperburuk dengan meningkatnya kasus Covid-19 dan angka kematiannya mendorong Ranky mulai bisnis pembuatan peti mati.

    "Data yang kami peroleh, hari ini kan angka terkonfirmasi lebih kurang 31 ribuan kasus dengan 2,6 persen meninggal setiap hari. Saya berpikir, di tengah sepinya dekorasi kenapa gak buat peti mati aja. Sekalian bantuin yang membutuhkan,” kata Ranky kepada Tempo, Ahad 11 Juli 2021.

    Ranky menyebut sebelum memulai bisnis peti jenazah ini sempat kebingungan untuk tetap menjaga pegawainya tetap memiliki pekerjaan dan menghidupi keluarganya, terutama saat PPKM Darurat ini.

    “Sebetulnya sejak awal, saya pernah produksi peti mati. Namun sempat membaik, bisnis dekorasi ada lagi dan pembuatan peti mati terhenti,” kata Ranky.

    Karena sudah memiliki pengalaman sebagai penyedia atau pengrajin peti mati, Ranky dipercaya memproduksi peti jenazah untuk sejumlah rumah sakit.

    “Sejak awal saya jadi vendor pengadaan peti mati untuk beberapa rumah sakit di Bogor, Jakarta hingga Cirebon. Apalagi, peti mati yang kami buat sudah lulus tes uji kelayakan peti mati khusus Covid,” ucap Ranky.

    Ranky menyebut, untuk membuat satu peti jenazah Covid-19 ada beberapa bahan standar yang harus disiapkan olehnya. Bahan yang digunakan untuk peti mati, diantaranya multiplex, kayu solid untuk bagian luar.

    “Untuk bagian dalamnya, kami juga lapisi dengan bahan kain anti air dan kain pelapis. Sehingga bahan yang kami gunakan untuk peti mati lolos uji kelayakan dan itu sudah dibuktikan oleh beberapa rumah sakit besar dan instansi yang memesan kepada kami, mereka puas,” kata Ranky.

    Meski saat ini difokuskan pada bisnis peti mati, Ranky menyebut bukan berarti bisnisnya ini terus membesar dengan dibanjiri pelbagai order. Namun dia menegaskan, saat ini bisnis yang dikerjakannya semata-mata untuk membantu juga. “Membantu yang membutuhkan peti, juga membantu karyawan tetap memiliki penghasilan. Harapannya, pandemi ini segera usai,” ucap Ranky.

    M.A MURTADHO

    Baca juga: Petugas Ingatkan Bahaya Covid-19 Varian Delta Pakai Pocong dan Peti Mati


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.