Dokter Tirta tentang Pernyataan Dokter Lois yang Berujung Pelaporan ke Polisi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter Tirta Mandira Hudhi saat akan disuntik vaksin COVID-19 oleh petugas kesehatan di Puskesmas Ngemplak 2, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis, 14 Januari 2021. Dokter Tirta juga menanyangkan secara live di Instagram saat divaksinisai. Instagram/@dr.tirta

    Dokter Tirta Mandira Hudhi saat akan disuntik vaksin COVID-19 oleh petugas kesehatan di Puskesmas Ngemplak 2, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis, 14 Januari 2021. Dokter Tirta juga menanyangkan secara live di Instagram saat divaksinisai. Instagram/@dr.tirta

    Jakarta - Saksi ahli dari Kementerian Kesehatan Tirta Mandira Hudhi alias dokter Tirta menjelaskan ada tiga pernyataan dokter Lois Owien yang menjadi dasar pelaporan ke Polda Metro Jaya. Nama Lois sebelumnya ramai di media sosial setelah wawancaranya dengan Hotman Paris soal Covid-19 tersebar di media sosial. 

    "Yang pertama itu masalahnya adalah Lois mengganggap Covid-19 enggak ada, itu statementnya direkam beberapa kali di twitter, di Instagram dia, di WhatsApp dia, dan di tayangan Hotman Paris," ujar Tirta saat dihubungi, Senin, 12 Juli 2021. 

    Tirta mengatakan ucapan dokter Lois Owien menyebar dengan cepat di masyarakat dan menjadi masalah nasional. Pernyataan kedua yang dilaporkan, saat Lois mengatakan pasien Covid-19 yang meninggal karena interaksi obat. 

    "Nah, masalah ketiga dia mengaku sebagai dokter. Ini alasannya kenapa IDI sampai keluarkan pernyataan untuk klarifikasi," ujar Tirta. 

    PD IDI dan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) sudah mengirim panggilan kepada Lois untuk mengkonfirmasi gelar dokternya. Namun Lois menolak panggilan itu. 

    Saat menjadi pembicara di talkshow Hotman Paris, Lois menjelaskan, beberapa pasien yang diberi obat antivirus seperti Azithromycin, Metmorfin, dan obat TB dapat menyebabkan Asidosis Laktat atau produksi asam laktat yang berlebihan pada tubuh. Kondisi ini terjadi saat tubuh melakukan metabolisme anaerob atau kadar oksigen rendah.

    "Dia menolak dengan alasan ilmu mahal, makanya IDI bilang dia tidak terdaftar aktif di anggota IDI dan statusnya mati 2017," ujar dokter Tirta

    Baca: Dokter Tirta Pertanyakan Selebgram Helena Lim Terima Vaksin Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.