Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Bawah Cawang

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir setinggi 30-60 centimeter menggenangi underpass tol Cawang (tol Halim menuju tol Priok) di Jakarta Timur, Ahad, 23 Februari 2020. twitter.com/TMCPoldaMetro

    Banjir setinggi 30-60 centimeter menggenangi underpass tol Cawang (tol Halim menuju tol Priok) di Jakarta Timur, Ahad, 23 Februari 2020. twitter.com/TMCPoldaMetro

    TEMPO.CO, JakartaSuku Dinas Perhubungan Jakarta Timur merekayasa arus lalu lintas di Underpass Cawang karena adanya pekerjaan perbaikan Grill Underpass Cawang. Kepala Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur, Bernhard Hutajulu menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas dibagi dalam tiga tahap, yaitu pada 16-17 Juli, 23-24 Juli dan 30-31 Juli 2021.

    "Diimbau kepada pengguna jalan agar menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu lalu lintas, petunjuk petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan di jalan," kata Bernhard dalam keterangannya, Kamis, 15 Juli 2021.

    Untuk rekayasa lalu lintas pada 16-17 Juli 2021, yaitu penutupan Underpass Cawang dari arah Cililitan menuju Tanjung Priok sisi barat mulai pukul 22.00 WIB - 04.00 WIB.

    Pengendara disarankan mencari jalan alternatif menggunakan Jalan Mayjen Sutoyo-Jalan DI Panjaitan sisi atas melalui lampu lalu lintas interchange Cawang. Selanjutnya untuk rekayasa lalu lintas 23-24 Juli 2021, penutupan Underpass Cawang menuju Cililitan sisi timur.

    Pengendara disarankan mencari jalan alternatif, yakni Jalan DI Panjaitan-Jalan Mayjen Sutoyo sisi atas melalui lampu lalu lintas interchange Cawang.

    Rekayasa lalu lintas 30-31 Juli 2021, Underpass Cawang dari arah Tanjung Priok menuju Cililitan atau sebaliknya ditutup. Jalur lalu lintas akan ditinjau kembali dan melihat kondisi struktur jalan.

    Baca: Arus Balik Mudik Lebaran 2021, Polisi Bakal Berlakukan Skema Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.