H-5 Idul Adha, Pedagang Jual Kambing Tak Sampai 10 Ekor

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Pasar Kambing, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada H-5 Hari Raya Idul Adha, Kamis, 15 Juli 2021. TEMPO/M YUSUF MANURUNG

    Suasana Pasar Kambing, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada H-5 Hari Raya Idul Adha, Kamis, 15 Juli 2021. TEMPO/M YUSUF MANURUNG

    Jakarta - Pedagang kambing di Jalan Sabeni, Tanah Abang, Jakarta Pusat mengaku belum mampu menjual hewan kurban lebih dari sepuluh ekor di H-5 Idul Adha 2021. Penurunan penjualan ini dianggap signifikan dibandingkan dengan masa-masa sebelum pandemi.

    "Ini tiga hari buka baru keluar (terjual) tujuh ekor," kata seorang kambing, Farrel, di lapaknya di Tanah Abang, Kamis, 15 Juli 2021.

    Farrel membuka lapak jualan kambing musiman di Tanah Abang. Menurut lelaki 19 tahun ini, penjualan kambing di masa PPKM Darurat seperti sekarang sangat sepi.

    "Kalau sebelum pandemi sehari bisa jual enam ekor. Tahun lalu pun masih lumayan dibanding sekarang," kata dia.

    Cerita yang sama disampaikan pedagang kambing harian yang akrab disapa Dablo, 39 tahun. Kambing khusus kurban di Hari Raya Idul Adha dari lapaknya terjual tak sampai 10 ekor. "Boro-boro sepuluh. Sehari aja belum tentu ada yang beli." 

    Seperti halnya Farrel, Dablo mengaku bisa menjual 4-5 ekor kambing per hari sepekan menjelang Idul Adha sebelum pandemi. Kini, dia harus menghadapi risiko tidak ada pembeli setiap harinya. "Gara-gara PPKM mungkin, makanya sepi begini," kata dia.

    Di lokasi penjualan hewan kurban itu, puluhan penjual kambing mendirikan lapak di Jalan Sabeni. Lapak dibuat dari kayu atau bambu dengan atap seadanya. Lapak-lapak sejenis juga dapat ditemui hingga ke Jalan KH. Mas Mansyur yang didominasi pedagang musiman yang muncul menjelang Idul Adha.

    Baca: Wali Kota Depok Larang Warga Potong Hewan Kurban Mandiri pada Hari Idul Adha


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.