Kapasitas RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Sudah Melebihi Batas WHO

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021. Kasus positif Covid-19 bertambah 9.944, per hari ini. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Foto udara Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021. Kasus positif Covid-19 bertambah 9.944, per hari ini. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Humas Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, dr. Mintoro Sumego mengatakan rumah sakit itu menampung 6.254 pasien terinfeksi virus Corona, hari ini. Jumlah pasien Covid-19 itu sekitar 79 persen dari kapasitas Wisma Atlet.

    "Kalau WHO membatasi seharusnya hunian itu 60 persen, dalam arti untuk kita lebih prepare dalam semua kegiatan di sini," kata Sumego dalam sebuah talkshow, Kamis, 16 Juli 2021.

    Sumego mengatakan kepadatan pasien Covid-19 di Wisma Atlet saat ini sudah tertolong dengan kehadiran tempat isolasi baru, yaitu Rusun Nagrak dan Asrama Haji Pondok Gede, yang telah beroperasi sejak Sabtu lalu. 

    Di Rusun Nagrak, yang berada di Cilincing, Jakarta Utara, bisa menampung 1.140 pasien Covid-19 tanpa gejala. "Sementara kapasitasnya 3.756 pasien," ujar Sumego.

    Sumego mengatakan kapasitas isolasi pasien Covid-19 nantinya akan semakin besar jika tempat-tempat baru yang disiapkan telah rampung, misalnya di Rusun Pasar Rumput. "Di Pasar Rumput bisa menampung empat ribuan lagi."

    Jumlah pasien di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran hari ini bertambah 136 orang dibandingkan Rabu kemarin. 

    #Cucitangan
    #Pakaimasker
    #Jagajarak

    Baca juga: Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran dan Pademangan Turun, Rusun Nagrak Naik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.