Tabrak Bocah Mengaku Marinir karena Takut Dikeroyok

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi video viral. shutterstock.com

    Ilustrasi video viral. shutterstock.com

    Jakarta - Penduduk Bojong Gede, Bogor, Bagas mengaku anggota Marinir TNI seusai menabrak seorang bocah 9 tahun di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pengakuan itu diperkuat Bagas dengan menunjukkan stiker tanda kesatuan Marinir di plat nomornya.

    Video klaim Bagas itu pun akhirnya viral di media sosial dan membuat pihak Marinir angkat bicara. Dari hasil pemeriksaan petugas, klaim Bagas sebagai anggota TNI itu terbukti palsu. 

    "Dia takut dikeroyok warga setelah menabrak, akhirnya dia mengaku-ngaku Marinir agar tidak dikeroyok," ujar Kepala Dinas Penerangan Marinir TNI Angkatan Laut Kolonel Marinir Gugun Saeful Rachman saat dihubungi, Sabtu, 17 Juli 2021. 

    Gugun menerangkan pihaknya sudah mendatangi rumah Bagas di kawasan Bojong Gede, Bogor setelah video penabrak itu viral. Dari hasil pemeriksaan diketahui, Bagas membeli stiker Marinir TNI di toko online

    ADVERTISEMENT

    Dalam pertemuan itu, Bagas memohon maaf atas tindakannya mengaku sebagai anggota Marinir TNI. "Kami berikan wejangan, jangan lagi mengaku sebagai anggota, karena dengan tindakan dia nabrak kan itu bisa mencoreng Korps Marinir," kata Gugun. 

    Bagas menabrak bocah terjadi pada Kamis lalu. Saat Bagas mengaku sebagai anggota Marinir, keluarga korban langsung menghubungi relasinya, yang anggota Marinir. Saat dikonfrontasi dengan anggota Marinir itu, Bagas akhirnya mengaku telah berbohong. 

    Kepada pihak keluarga, Marinir gadungan itu menyampaikan akan bertanggung jawab atas tindakannya dan menanggung biaya pengobatan korban. Kasus ini pun akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan dan tak berlanjut ke kepolisian. 

    Baca: Panglima TNI Beri Semangat Marinir yang Siapkan Perbekalan Selama Pandemi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.