Penyekatan, Polisi Prioritaskan Pengemudi Ojek Online

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keributan antarkelompok pengemudi ojek online dan mata elang yang terjadi di Jalan Raya Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa, 6 Juli 2021. Instagram/infojkt

    Keributan antarkelompok pengemudi ojek online dan mata elang yang terjadi di Jalan Raya Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa, 6 Juli 2021. Instagram/infojkt

    Jakarta - Polda Metro Jaya akan memprioritaskan pengemudi ojek online atau ojol untuk melintasi titik penyekatan. Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung program di rumah saja demi menekan angkat penularan virus Covid-19. 

    "Kalau untuk ojol kami prioritaskan, ya. Karena di masa pendemi ini semua orang stay at home, jadi untuk mengurus paket, makanan, dan sebagai macam, mereka menggunakan ojol," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu, 17 Juli 2021. 

    Sambodo mengatakan sudah menyampaikannya kepada personel di lapangan. Para pengemudi ojek online tinggal menunjukkan atribut serta aplikasi untuk bisa melewati titik penyekatan. 

    "Jadi bisa jam berapa aja (lewat titik penyekatan). Asal dia antar makanan, jemput orang, tinggal tunjukkan saja (aplikasi dan atribut)."

    Sambodo mengakui polisi tak bisa mengecek detail atribut para pengemudi satu per satu. Sehingga, ia meminta aplikator menertibkan para penjual atribut ojol. 

    Menurut Sambodo, aplikator harus menjadi satu-satunya pihak yang menjual atribut ojol. Hal ini untuk menghindari adanya pengemudi ojol palsu yang memanfaatkan atribut untuk menerobos penyekatan. "Kami hanya liat dari atribut saja, tidak mungkin dicek satu per satu. Walau random sampling nanti bisa, ya," kata Sambodo. 

    Baca: PPKM Darurat, Satpol PP Jakarta Barat Diminta Tak Terpancing Emosi dan Memaki


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.