272 KK Mengungsi Pasca Kebakaran di Teluk Gong, Langkah Dinsos Jakarta Utara?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kebakaran di pemukiman padat di Jakarta

    Ilustrasi kebakaran di pemukiman padat di Jakarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 272 Kepala Keluarga (KK) terdiri atas 426 perempuan dan 462 laki-laki harus mengungsi ke Gedung Sasana Krida Karang Taruna (SKKT) Kelurahan Pejagalan, akibat kebakaran melanda permukiman mereka.

    Kebakaran itu terjadi di pemukiman padat penduduk di Jalan Lindung Pasar Baru, RT 01 RW 012 Teluk Gong, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu sore, 17 Juli 2021.

    Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Utara Rosihan Arsyad mengatakan pihaknya semalam melaksanakan tugas pendampingan dan penyerahan bantuan untuk korban kebakaran tersebut.

    "Malam ini, kami juga siapkan makanan cepat saji dan masih diproses sebanyak 1.000 sampai 1.200 porsi. Setiap harinya, akan disiapkan makanan cepat saji sehari tiga kali untuk dikonsumsi warga di tempat pengungsian sementara," ujar Arsyad, Sabtu malam, 17 Juli 2021.

    Sejumlah bantuan yang diantarkan langsung oleh petugas PSKB/Tagana di antaranya, sajadah (30), terpal (5), biskuit (10 dus), selimut (50), minyak goreng (5 dus), peci (25), mukena (25), sarung pria (6) dan perlak bayi (12).

    "Semoga bantuan ini bisa segera dimanfaatkan oleh warga yang saat ini harus mengungsi sementara waktu di SKKT Kelurahan Pejagalan," kata Arsyad.

    Kebakaran yang melanda area seluas 4.500 meter persegi itu belum bisa dipastikan pemicunya.

    Namun kebakaran yang dilaporkan sekitar pukul 14.36 WIB itu berhasil dipadamkan oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta setelah menurunkan 18 unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan si jago merah.

    Baca juga : Kebakaran di Gudang Vaksin Covid-19 di Puskesmas Sumur Batu, Polisi Dilibatkan
    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.