DPRD DKI: Toa Masjid Bisa Jadi Sarana Sosialisasi Protokol Kesehatan Covid-19

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pengeras suara masjid. Dok. TEMPO/ Bernard Chaniago

    Ilustrasi pengeras suara masjid. Dok. TEMPO/ Bernard Chaniago

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Komisi E Bidang Kesra DPRD DKI Jakarta Johnny Simanjuntak mengatakan Pemerintah DKI harus merangkul warga di tingkat RT dan RW untuk menekan penularan Covid-19. Menurut dia, warga dapat membantu mensosialisasikan protokol kesehatan menggunakan toa masjid.

    "Selama ini bisa kok toa masjid menjadi sarana sosialisasi juga. Kenapa kita tidak gaungkan itu?" kata dia saat dihubungi, Sabtu, 17 Juli 2021.

    Politikus PDIP itu mengatakan, Pemerintah DKI jangan terlena hanya fokus meningkatkan kapasitas rumah sakit dan memberi pengobatan kepada pasien Covid-19. Lebih dari itu, pemerintah daerah juga perlu melakukan langkah pencegahan penularan virus Corona.

    Selain menggerakkan masyarakat di level RT/RW, pemerintah DKI juga dapat bekerja sama dengan tokoh masyarakat atau agama.

    Lonjakan kasus Covid-19 Jakarta terjadi sejak akhir Mei 2021. Hingga kini, penambahan kasus di atas 10 ribu per hari. Persentase keterisian tempat tidur isolasi dan ICU Jakarta pun sudah di atas 90 persen.

    Jika pengeras suara masjid tak bisa digunakan, warga setempat dapat membeli toa sendiri dan berkeliling dari gang ke gang. Johnny menilai cara ini mungkin saja dilakukan mengingat pemerintah DKI telah mengucurkan dana operasional bagi RT/RW dan kader Dasawisma PKK. "Ini yang menurut saya belum didayagunakan." 

    Baca: Das'ad Latif: Fungsi Masjid Bisa Dipindah ke Rumah tapi Pasar tidak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.