Pacaran di BKT, Seorang Pemuda Jadi Korban Penembakan dan Penusukan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penembakan. dentistry.co.uk

    Ilustrasi penembakan. dentistry.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pemuda menjadi korban penusukan hingga penembakan airsoft gun oleh orang tak dikenal saat sedang pacaran di bantaran kali Banjir Kanal Timur (BKT) di Duren Sawit, Jakarta Timur. Akibat peristiwa itu, korban berinisial JJS, 20 tahun, sempat kritis akibat menerima tiga tusukan dan beberapa tembakan. 

    "Itu luka tusuk di ketiak sebelah kanan, terus di punggung belakang deket ujung tulang rusuk, sama di pinggang belakang sebelah kanan," ujar Kapolsek Duren Sawit Ajun Komisaris Rensa Sastika Aktadivia saat dihubungi, Senin, 19 Juli 2021. 

    Mengenai kronologi kejadian tersebut, Rensa menerangkan saat itu korban yang merupakan warga Bintara Bekasi sedang nongkrong di bantaran BKT bersama pacarnya pada Kamis malam pekan lalu. Tiba-tiba mereka didatangi dua orang pria yang mencoba mengajak pacar korban berkenalan. 

    "Terus ada salah paham dan ditembak lah pake airsoft gun dan sempat terjadi penusukan," ujar Rensa. 

    ADVERTISEMENT

    Setelah menusuk JJS, kedua pelaku segera meninggalkan lokasi. Rensa menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara tak ada warga sekitar BKT yang mengenal kedua pelaku penembakan dan penusukan itu. 

    Kondisi korban saat ini sudah mulai membaik setelah dirawat di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur.

    Korban penembakan di BKT itu pun sudah membuat laporan disertai hasil visum. "Kalau tembakan dari airsoft gun enggak menimbulkan luka yang gimana, cuman ada bentol aja tapi ditembaki di dada sebelah kiri sama lengan sebelah kiri, cuman enggak begitu parah lah," kata Rensa.

    Baca juga: Fakta Penting Kasus Penembakan Laskar FPI di Tol Cikampek, Segera Disidangkan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.