Puluhan Penghuni Positif Covid-19, Warga Lido Permai Bogor: Tidak Ada Perhatian

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas keamanan setempat berjaga pada pintu perumahan warga yang menjalani isolasi mandiri di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa 22 Juni 2021. Pemerintah setempat menerapkan isolasi mandiri Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro dikarenakan 37 warga Jalan Warakas 5 Gang 6 RT 007 RW 09, Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara terkonfrimasi positif COVID-19 setelah menghadiri pesta pernikahan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Petugas keamanan setempat berjaga pada pintu perumahan warga yang menjalani isolasi mandiri di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa 22 Juni 2021. Pemerintah setempat menerapkan isolasi mandiri Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro dikarenakan 37 warga Jalan Warakas 5 Gang 6 RT 007 RW 09, Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara terkonfrimasi positif COVID-19 setelah menghadiri pesta pernikahan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Bogor - Puluhan penghuni perumahan Lido Permai, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, resah karena tidak ada bantuan apapun kepada warga yang positif Covid-19.  

    Sulthony alias Tony, 47 Tahun, warga perumahan Lido Permai mengatakan kesulitan menghubungi Satgas Covid-19. Tony mengatakan ada tetangganya yang sekeluarga reaktif Covid-19. Orang pertama yang terkonfirmasi positif adalah ibu tetangganya itu. Setelah satu pekan sesak napas, ibu itu meninggal saat dibawa ke rumah sakit. 

    "Ibu tetangga saya meninggal karena tidak tertolong. Petugas di sini boro-boro memperhatikan, kita minta tolong juga malah saling lempar tanggung jawab. Kata Desa langsung ke Kecamatan, kata Kecamatan penanganan langsung di desa. Kita dipingpong," kata Tony kepada Tempo. Senin, 19 Juli 2021.

    Menurut Tony, jumlah warga perumahan itu yang terpapar Covid-19 sudah puluhan orang. Bahkan ada tetangganya yang seharusnya isolasi mandiri di rumah tetapi harus antar jemput istri dan anaknya ke rumah sakit untuk berobat dan ke apotik membeli vitamin.

    "Ya mau bagaimana lagi, tidak ada perhatian dan pengendalian dari Satgas. Kita juga ingin sembuh, terpaksa warga bolak balik anter jemput istri dan anak ke rumah sakit. Padahal ini pasien Covid-19 juga yang reaktif ketika di-swab antigen," ucap Tony.

    Selanjutnya pasien Covid-19 yang isoman di perumahan itu bertambah dari 9 orang menjadi puluhan orang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.