Penipuan Penjualan Tabung Oksigen di Depok, Warga Diminta Hati-hati

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti ditampilkan saat rilis kasus penyimpangan harga tabung oksigen di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis, 15 Juli 2021. Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat telah mengamankan dua orang tersangka yang diduga menjual tabung oksigen dan regulator di atas harga normal di kawasan Mangga Dua, Jakarta Pusat pada 12 Juli 2021. Tabung yang berukuran satu hingga dua meter kubik, beserta dengan regulatornya, dijual dengan harga dua kali lipat dari harga seharusnya. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Barang bukti ditampilkan saat rilis kasus penyimpangan harga tabung oksigen di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis, 15 Juli 2021. Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat telah mengamankan dua orang tersangka yang diduga menjual tabung oksigen dan regulator di atas harga normal di kawasan Mangga Dua, Jakarta Pusat pada 12 Juli 2021. Tabung yang berukuran satu hingga dua meter kubik, beserta dengan regulatornya, dijual dengan harga dua kali lipat dari harga seharusnya. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, DepokJuru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Depok Jawa Barat, Dadang Wihana, mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penipuan penjualan tabung oksigen daring atau online. "Meningkatnya permintaan tabung oksigen di masa pandemi, dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan," kata Dadang di Depok, Rabu, 21 Juli 2021.

    Korban mengirim sejumlah uang dan penipu mencantumkan lokasi pengambilan di UPTD Puskesmas Sukmajaya. Puskemas Sukmajaya melaporkan, sudah dua orang warga datang untuk mengambil tabung oksigen.

    "Puskesmas tidak menjual tabung oksigen," kata Dadang.
    Kejadian ini telah dilaporkan kepada polisi.

    "Masyarakat harus waspada dan berhati-hati terhadap penipuan penjualan tabung oksigen," ujar Dadang.

    Baca: Waspada Penipuan Penjualan Tabung Oksigen Online, Begini Modusnya

    ADVERTISEMENT


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.