Hari Ini Ditemukan 5.904 Kasus Covid-19 Baru di DKI Jakarta

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rapid test atau tes cepat Covid-19. TEMPO/Subekti.

    Ilustrasi rapid test atau tes cepat Covid-19. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta mencatat penambahan kasus Covid-19 hari ini sebanyak 5.904.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menyampaikan jumlah itu diperoleh setelah dilakukan tes swab PCR terhadap 32.184 spesimen.

    "Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 23.494 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 5.904 positif dan 17.590 negatif," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 21 Juli 2021.

    Menurut Dwi, hari ini Pemprov DKI juga melakukan tes antigen terhadap 5.347 orang. Hasilnya 548 positif dan 4.799 negatif.

    ADVERTISEMENT

    Kasus Covid-19 Jakarta secara total kini mencapai 763.429. Dwi menuturkan kasus aktif hari ini turun 4.736. Dengan begitu, total pasien yang masih dirawat atau menjalani isolasi sebanyak 89.937 orang.

    Kemudian pasien Covid-19 yang dinyatakan telah sembuh mencapai 662.800 orang dan meninggal 10.692 orang. Pemerintah DKI mencatat persentase kesembuhan 86,8 persen dan kematian 1,4 persen.

    Dwi melanjutkan persentase pasien positif atau positivity rate Covid-19 Jakarta dalam sepekan terakhir tembus 28,2 persen.

    "Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 15,2 persen," ujar dia ihwal kasus Covid-19 Jakarta. Padahal, World Health Organization (WHO) menetapkan standar agar positivity rate tak lebih dari lima persen.

    Baca juga : Update Corona Jakarta, Ditemukan 6.213 Kasus Covid-19 Baru
    #Jagajarak
    #Cucitangan
    #Pakaimasker


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.