Tim Pemulasara: Pasien COVID-19 yang Meninggal Saat Isoman Membludak

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemakaman jenazah dengan protokol pasien Virus Corona. REUTERS/Willy Kurniawan

    Pemakaman jenazah dengan protokol pasien Virus Corona. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, JakartaTim pemulasaraan jenazah COVID-19 di Kelurahan Sunter Agung, Jakarta Utara mengungkapkan pasien COVID-19 yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri membludak. "Kemarin tiga (meninggal dalam sehari), ada yang dua, memang bertubi-tubi akibat COVID-19," kata Warji, anggota tim pemulasara Sunter Agung saat ditemui wartawan di Jakarta Utara, Rabu, 21 Juli 2021.

    Anggota tim pemulasaraan lainnya, Achmad Mustofa menimpali pernyataan rekannya tersebut, namun petugas tetap berupaya menangani pemulasaraan jenazah sebelum dikebumikan.

    Seusai pemulasaraan, jenazah itu bisa langsung dikuburkan di Taman Pemakaman Umum Khusus COVID-19 Rorotan di Cilincing, Jakarta Utara. "Sudah di-wrapping (dibungkus plastik), sudah siap. Tinggal dibawa," kata Mustofa.

    Lurah Sunter Agung Danang Wijanarka mengatakan Kelurahan Sunter Agung memiliki lima tim pemulasara jenazah pasien Covid-19 yang beranggota 39 orang.

    ADVERTISEMENT

    Semula, kata Danang, jenazah pasien Covid-19 cukup banyak, sekitar sembilan orang per hari. Sekarang, berangsur-angsur sudah mulai sedikit. "Sepekan terakhir ini juga sudah enggak ada, moga-moga (yang isolasi mandiri) sudah sehat lah," ujar Danang berharap.

    Baca: Hari Ini Ditemukan 5.904 Kasus Covid-19 Baru di DKI Jakarta


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.