Kasus Covid-19 di Jakarta Turun, Wagub DKI Bantah karena Tes Dikurangi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria saat memberikan keterangan pers di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, pada Rabu, 7 Juli 2021. Tempo/Adam Prireza

    Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria saat memberikan keterangan pers di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, pada Rabu, 7 Juli 2021. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta- Wakil Gubernur atau Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membantah penurunan kasus Covid-19 harian di Ibu Kota lantaran pengetesan atau testing yang berkurang.

    Menurut dia, angka testing selama sepekan terakhir di Jakarta masih tinggi. "Datanya sudah 207.339 testing sepekan. Itu artinya lebih dari 20 kali lipat dari standar WHO," kata Riza di Balai Kota DKI pada Jumat, 23 Juli 2021.

    Dalam beberapa hari terakhir penambahan kasus harian Covid-19 di Jakarta memang sempat turun, namun cenderung fluktuatif.

    Setelah sebelumnya mencapai belasan ribu per hari, pada Ahad, 18 Juli 2021, tercatat ada 9.128 kasus Covid-19 baru di Jakarta dari tes PCR terhadap 33.772 orang. Sehari setelahnya, penambahan harian di Jakarta turun hingga 5 ribu kasus dengan jumlah 18.624 tes.

    Angka tersebut kembali naik pada 20 Juli 2021, di mana ditemukan 6.213 kasus dengan 27.199 tes PCR dan 5.904 kasus pada 21 Juli dengan 23.494 tes.

    Namun, pada 22 Juli kemarin, penambahan harian kasus Covid-19 kembali naik menjadi 7.058 kasus dengan 28.512 tes PCR. Dari pola tersebut, nampak turunnya penambahan kasus Covid-19 harian terjadi saat angka testing berkurang.

    Namun, Wagub DKI mengatakan penurunan kasus Covid-19 yang terjadi justru merupakan efek dari berhasilnya penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat. "Untuk itu kita minta masyarakat bisa terus mempertahankan dan meningkatkan protokol kesehatan," tutur Riza.

    Baca juga: Update Corona Jakarta, Ditemukan 6.213 Kasus Covid-19 Baru Hari Ini

    ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.