Polisi Sebut Komunitas Ojek Online Tolak Demo Jokowi End Game

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi ojek online berbicara dengan anggota TNI yang berjaga saat penyekatan jalan di Jalan Raya Kalimalang, Jakarta, Senin, 5 Juli 2021. Dalam penyekatan tersebut sejumlah pengendara kendaraan bermotor dipaksa untuk berputar balik karna dalam masa PPKM Darurat. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Pengemudi ojek online berbicara dengan anggota TNI yang berjaga saat penyekatan jalan di Jalan Raya Kalimalang, Jakarta, Senin, 5 Juli 2021. Dalam penyekatan tersebut sejumlah pengendara kendaraan bermotor dipaksa untuk berputar balik karna dalam masa PPKM Darurat. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Komunitas sopir ojek online menolak rencana aksi bertajuk Jokowi End Game yang dikabarkan bakal digelar besok, Sabtu, 24 Juli 2021. Deklarasi menolak rencana demo itu digelar komunitas sopir ojek online di beberapa wilayah di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Pusat pada Jumat, 23 Juli 2021.

    Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Sam Suharto membenarkan deklarasi para sopir ojek online tersebut.

    "Komunitas Ojol deklarasi menekankan perihal maraknya poster yang mencatut nama mereka untuk turun aksi pada 24 Juli," kata Sam Suharto dalam keterangannya.

    Sebelumnya beredar poster ajakan demo bertajuk Jokowi End Game yang akan digelar dari Glodok ke Istana Negara. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus meminta semua pihak menahan diri tidak turun ke jalan di masa pandemi ini.

    "Kasihan rumah sakit, kuburan sudah penuh," kata dia hari ini.

    Kepala Polda Metro Jaya Irjen Fadil Imran yang bertemu dengan para sopir ojek online pun meminta agar mereka tak mengikuti seruan aksi tersebut. Dalam poster yang tersebar itu mencantumkan nama penyedia jasa ojek online.

    Namun seorang sopir ojek online memastikan bahwa hal itu mencatut nama mereka. "Kabar itu hoaks," ujar seorang sopir ojek online.

    Baca juga: Ada Ajakan Demo Jokowi End Game, Polisi: Kasihan, Rumah Sakit - Kuburan Penuh

    EGHA MAHDAVICKIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.