Cegah Demo Jokowi End Game, Polisi Perketat Titik Penyekatan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi demo/unjuk rasa. Toulousestreet.com

    Ilustrasi demo/unjuk rasa. Toulousestreet.com

    Jakarta - Polisi akan memperketat penjagaan di seluruh pintu masuk Jakarta untuk mencegah masuknya massa demonstrasi Jokowi End Game. "Penyekatan seperti di Basura, Fatmawati, Kalideres, akan kami lebih intensifkan lagi, kami akan memeriksa setiap yang mau lewat," ujar Karosekali di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu, 24 Juli 2021. 

    Sejauh ini, belum ada kelompok massa dari daerah yang datang ke Jakarta. Di sekitar Istana Merdeka yang disebut menjadi titik kumpul massa pun juga masih sepi. 

    Karosekali mengatakan saat ini masyarakat masih bisa melintas di Jalan Medan Merdeka Barat. Penutupan nanti baru akan dilakukan jika ada ekskalasi atau masyarakat akan unjuk rasa ramai. "Akan ada rekayasa lalu lintas seperti penutupan arus." 

    Ajakan demonstrasi Jokowi End Game pertama kali tersebar melalui media sosial. Dalam poster, para pengemudi ojek online beserta masyarakat diharapkan turun ke lapangan untuk menolak penerapan PPKM. Massa rencananya akan melakukan long march dari Glodok menuju Istana Negara.  

    "Mengundang seluruh elemen masyarakat! Untuk turun ke jalan menolak PPKM dan menghancurkan oligarki istana beserta jajarannya." Demikian imbauan di poster aksi Jokowi End Game itu. 

    Poster itu memuat logo beberapa aplikator ojek online serta aliansi mahasiswa dan persatuan pedagang sebagai peserta aksi.

    Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mohammad Fadil kemarin menggelar pertemuan dengan perwakilan pengemudi ojek online. Dalam kesempatan itu, Fadil mengimbau kepada mereka agar tidak ikut demonstrasi Jokowi End Game.

    Baca: Demo Jokowi End Game Belum Mulai, Polisi Sudah Tangkap Sejumlah Orang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.