Bantuan Peti Mati untuk Jenazah Pasien Covid-19 Kota Bogor

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peti mati. Ilustrasi

    Peti mati. Ilustrasi

    TEMPO.CO, BogorPemerintah Kota Bogor melalui Posko Logistik Darurat Kota Bogor menerima bantuan peti mati  untuk jenazah pasien COVID-19 yang meninggal dunia saat isolasi mandiri di rumah. Bantuan peti jenazah itu diserahkan oleh wakil dari CV Karya Persada di Bubulak Bogor Barat dan diterima secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim di Bogor, Sabtu, 24 Juli 2021.

    Dedie A Rachim mengatakan karena banyaknya pasien COVID-19 di rumah sakit dan pasien yang meninggal meningkat, pasien COVID-19 yang isolasi mandiri di rumah dan meninggal dunia tidak ditangani rumah sakit. Apalagi, pasien Covid-19 yang meninggal, meningkat pada dua pekan terakhir. "Jadi, betul-betul kaget." 

    Manager Operasional CV Karya Persada, Iwan Supeno, yang menyerahkan bantuan peti jenazah, mengatakan, bantuan peti jenazah ini merupakan bentuk kepedulian pihaknya untuk membantu penanganan COVID-19 di Kota Bogor. "Semoga bantuan ini dapat bermanfaat," katanya.

    Posko Logistik Darurat mencatat jumlah warga terpapar COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri dan meninggal, sampai saat ini 96 orang. Jumlah warga yang menjalani isolasi mandiri dan meninggal dunia telah dipulasara dan dimakankam oleh Tim Pemulasaraan.

    Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor kemudian mencari solusi guna mengatasi persoalan, antara lain, membentuk Tim Pemulasaraan dan Pemakaman Jenazah COVID-19 yang bertugas memulasarakan dan memakamkan jenazah pasien COVID-19.

    Di sisi lain, mencari donatur untuk membantu kebutuhan logistik untuk keluarga warga isoman dan warga yang terdampak secara ekonomi. "Salah satunya adalah bantuan peti mati yang kami terima hari ini," katanya.

    Baca: Pemprov DKI Sediakan Peti Jenazah Gratis Buat Warga Meninggal Akibat Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.