Vaksinasi Covid-19 di Stasiun Duri, PT KCI Kerja Sama dengan Puskesmas Tambora

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kegiatan vaksinasi Covid-19 di Stasiun Duri, Tambora, Jakarta Barat, Ahad, 25 Juli 2021. Tempo/Adam Prireza

    Suasana kegiatan vaksinasi Covid-19 di Stasiun Duri, Tambora, Jakarta Barat, Ahad, 25 Juli 2021. Tempo/Adam Prireza

    JAKARTA- PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Tambora menggelar vaksinasi Covid-19 di Stasiun Duri, Jakarta Barat, pada Ahad, 25 Juli 2021. Anne Purba, VP Corporate Secretary PT KCI, mengatakan kuota 350 dosis vaksin Sinovac yang disediakan sudah habis sejak menjelang siang tadi.

    Penerima vaksin merupakan warga sekitar Stasiun Duri dan penumpang kereta commuter. "Ini kan area yang sangat aktif. Artinya pengguna commuter ini aktif dalam bekerja, menggunakan transportasi publik," ujar Anne di Stasiun Duri, Jakarta Barat, pada siang ini.

    Anne menjelaskan, dalam kerja sama itu KCI menyediakan tempat dan fasilitas untuk kegiatan vaksinasi. Sedangkan tenaga vaksinator dan penyediaan vaksin dilakukan oleh  personel Puskesmas Tambora.

    Kepala Puskesmas Kecamatan Tambora Kristiani Dwi, mengatakan ada 10 tenaga kesehatan yang ditugaskan hari ini. Jumlah itu terdiri dari enam tenaga kesehatan Puskesmas Tambora dan empat tenaga perbantuan.

    Puskesmas Tambora berupaya memaksimalkan pemberian vaksin kepada warga. Kegiatan vaksinasi di seperti di Stasiun Duri, dilakukan agar warga tetap dapat menerima vaksin di hari libur. "Peluang di Sabtu dan Minggu kami upayakan untuk mengejar target," ujar Kristiani. 

    Stasiun Duri menjadi lokasi sentra yang terkoneksi dengan wilayah lain. Sehinggra masyarakat dapat lebih mudah mendatangi sentra vaksinasi.

    Sejak menjelang siang tadi warga sudah mengantre di depan pintu masuk Stasiun Duri. Di sana tersedia bangku yang dapat dipakai warga untuk menunggu nomor antreannya dipanggil.

    Warga yang mendaftar perlu membawa Kartu Tanda Penduduk DKI, surat keterangan domisili dari RT/RW setempat, surat keterangan bekerja, maupun kartu pelajar. Proses yang dilalui sama seperti kegiatan vaksinasi lainnya.

    Setelah nomor antreannya dipanggil, warga akan menjalani proses skrining terlebih dahulu sebelum disuntik vaksin. Setelahnya pun mereka menjalani observasi sekitar 30 menit.

    Menurut Kristiani, Puskesmas Tambora siap menindaklanjuti jika mendapat laporan keluhan dari warga yang baru menjalani vaksinasi. "Puskesmas bertanggung jawab jika besoknya ada apa (gejala negatif), silakan menghubungi. Kami akan kelola dengan baik."

    Baca: Vaksinasi di Kabupaten Bekasi, Baru 18 Persen dari Target 50 persen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.