Anies Baswedan: Jangan Terburu-buru Simpulkan Kasus Covid-19 Sudah Lewati Puncak

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melayani permintaan swafoto pengemudi ojek daring usai memantau titik penyekatan baru di Mampang, Jakarta, Kamis, 15 Juli 2021. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melayani permintaan swafoto pengemudi ojek daring usai memantau titik penyekatan baru di Mampang, Jakarta, Kamis, 15 Juli 2021. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta seluruh elemen masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan kasus Covid-19 telah melewati puncak pada saat ini.

    "Jadi, jangan kita terburu-buru menyimpulkan karena kasus Covid-19 berbeda dengan aliran lalu lintas yang bisa diprediksikan per jam," kata Anies saat webinar gerakan vaksinasi di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu, 25 Juli 2021.

    Anies memohon seluruh masyarakat bersabar menunggu hasil analisa rata-rata kasus positif Covid-19 per hari sebelum menyimpulkan puncak dari pandemi.

    Dituturkan Anies Baswedan, meskipun rata-rata kasus positif Covid-19 di Jakarta mengalami penurunan pada beberapa hari terakhir, namun penyebaran kasus Covid-19 belum dapat disimpulkan telah melewati masa puncak.

    Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menjelaskan angka rata-rata kasus Covid-19 di Jakarta pada 13 Juli mencapai 43 persen, 16 Juli (41 persen), 18 Juli (36 persen), 21 Juli (28 persen), dan 25 Juli (24 persen).

    "Hari ini angkanya adalah 24 persen jadi ada tren 'rate' positif yang menurun," ujar Anies.

    Anies juga mengungkapkan tes usap antigen dan PCR di DKI Jakarta cukup tinggi, bahkan beberapa kali mencapai 30 kali yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia (WHO).

    "Dengan begitu kami cukup yakin atas angka 'rate' positif tadi turun artinya memang ada tren. Apakah ini akan terus, kita harus lihat nanti," ujar Anies.

    Diketahui, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Pemprov DKI Jakarta, PB Nahdlatul Ulama, PP Muhammadiyah, dan ormas lainnya menggelar gerakan vaksin gratis bagi 10.000 orang di JIExpo Kemayoran Jakarta pada 24-26 Juli 2021.

    Sejumlah pejabat Forkominda DKI Jakarta yang turut hadir, antara lain Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji. Kemudian Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Wakil Kepala Badan Intelkam Polri Irjen Pol Suntana, Ketum PB NU Said Aqil Siradj, Ketum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid dan perwakilan PP Muhammadiyah.

    Baca juga : Kuda-kuda Anies Baswedan Menjelang Pelonggaran PPKM
    #Jagajarak
    #Cucitangan
    #Pakaimasker
    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.