Pembatasan Mobilitas Menunjukkan Hasil Positif, Anies Baswedan: Jangan Lengah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara kawasan Cempaka Putih Barat yang termasuk zona merah Covid-19 di Jakarta, Rabu, 21 Juli 2021. Tempo/Tony Hartawan

    Foto udara kawasan Cempaka Putih Barat yang termasuk zona merah Covid-19 di Jakarta, Rabu, 21 Juli 2021. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Anies Baswedan mengatakan pembatasan mobilitas warga selama beberapa pekan ke belakang telah menampakkan hasil positif. Meski begitu, kata Anies, baik pemangku jabatan maupun masyarakat tetap tidak boleh lengah. "Masih banyak di antara kita yang pada saat ini sedang dirawat di rumah sakit," ucap Anies di kawasan Monas pada Selasa, 27 Juli 2021.

    Anies merujuk pada warga Jakarta yang masih terpapar virus corona SARS-CoV-2. Hingga Selasa pagi ini ada lebih dari 29 ribu warga Ibu Kota yang sedang isolasi mandiri.

    Ada 8.600 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, sekitar 1.400 orang dirawat di ICU, serta 3.900-an orang dirawat di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. "Mereka semua membutuhkan perawatan dan fasilitas," ujar Anies.

    Terhitung pada Senin kemarin, 26 Juli 2021, Anies mengatakan kasus aktif di Jakarta menurun di angka 64 ribu. Padahal, pada 16 Juli 2021, kasus aktif sempat tembus 113 ribu.

    Menurut dia, pelandaian ini konsisten dengan tren penurunan di beberapa parameter lain. Salah satunya hasil tes positif Covid-19 atau positivity rate sepekan terakhir yang sempat menyentuh angka 45 persen kini di kisaran 25 persen.

    Penurunan juga terjadi dengan pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19. Dari sebelumnya pernah lebih dari 350 pemakaman per hari, kini menukik di bawah 200 pemakaman per hari.

    Anies berujar tidak ada lagi antrean pasien Covid-19 untuk masuk ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Itu artinya, pasien yang membutuhkan perawatan dapat langsung tertangani.

    Meski begitu, Anies Baswedan mengingatkan tingkat keterisian tempat tidur isolasi dan ICU masih tinggi. Per 25 Juli 2021, pemerintah DKI mencatat tempat tidur isolasi terpakai 8.632 unit atau 73 persen dari kapasitas 11.761 unit. Lalu ruang ICU terisi 1.454 unit atau 89 persen dari ketersediaan 1.626 unit.

    Baca juga: Anies Baswedan Sebut Tabung Oksigen Sitaan Akan Dibagikan ke Puskesmas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.