Anak Buahnya Terpapar Covid-19, Bos Transjakarta: Tak Ada Klaster Bus dan Halte

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja saat menunggu bus di Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta, Selasa, 11 Mei 2021. Pemerintah menetapkan cuti bersama lebaran pada tanggal 12 Mei 2021 serta libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H 13 - 14 Mei 2021 dan mulai kerja kembali pada Senin, 17 Mei 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah pekerja saat menunggu bus di Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta, Selasa, 11 Mei 2021. Pemerintah menetapkan cuti bersama lebaran pada tanggal 12 Mei 2021 serta libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H 13 - 14 Mei 2021 dan mulai kerja kembali pada Senin, 17 Mei 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Transportasi Jakarta mencatat karyawan yang terbanyak terpapar Covid-19 adalah petugas layanan halte (PLH) dan petugas layanan bus (PLB) Transjakarta. Direktur Utama PT Transjakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengklaim tak ada klaster penyebaran Covid-19 dari halte dan bus Transjakarta.

    "Sejauh yang saya tau, kami belum sampai bentuk klaster halte dan bus, karena flow-nya jalan dan kemudian (protokol kesehatan) penumpang betul-betul kami strict," kata dia dalam konferensi pers daring, Selasa, 27 Juli 2021.

    Jhony kemudian menyinggung soal calon penumpang Transjakarta yang mengabaikan protokol kesehatan. Sebelumnya, viral seorang pria marah-marah di halte Transjakarta Semanggi, Jakarta Selatan pada Rabu, 30 Juni 2021.

    Dari video viral yang beredar, pria tersebut berusaha menerobos halte bus Transjakarta namun dicegat petugas. Pria itu juga hanya mengenakan masker scuba yang sudah melorot ke dagu. Dia mengaku sedang sakit dan harus buru-buru ke rumah sakit.

    Petugas halte lantas meminta pria berbaju hitam ini membeli masker. Namun, si pria justru meminta petugas yang membelikan masker. Percecokan pun terjadi.

    Jhony mempertanyakan di mana kelompok masyarakat yang setuju dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM. Sebab, komentar dari warganet atau netizen tidak mencerminkan sikap masyarakat yang ingin menekan penularan Covid-19.

    "Netizen seolah-olah membenarkan yang diucapkan oleh si calon penumpang. Padahal, apa yang dilakukan oleh petugas layanan halte Transjakarta adalah hal yang benar," kata dia.

    PT Transjakarta mencatat total ada 625 karyawannya yang terinfeksi Covid-19 sepanjang pandemi. Mereka yang terpapar terbanyak dari divisi pelayanan, yakni 41,6 persen dari total kasus. Divisi pelayanan terdiri dari petugas layanan halte dan petugas layanan bus.

    Selanjutnya 37,3 persen dari unit swakelola pramudi atau portofolio bisnis dan pelayanan; 9,2 persen operasi bus; 8,1 persen keamanan; serta 3,8 persen divisi pengembangan dan pemeliharaan prasarana Transjakarta.

    Baca juga: 625 Karyawan Transjakarta Kena Covid-19 Sepanjang Pandemi, Terbanyak di Halte


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.