Sebut Stok Vaksin Covid-19 Tinggal 104 Vial, Bupati Bogor: Kebutuhan Mendesak

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pascaviral video penelentaran pasien Covid dan Ibu Hamil, Bupati Bogor langsung Sidak dan Introgasi Kepala dan Staff Puskesmas Situ Udik, Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Sabtu, 10 Juli 2021. dok. Diskominfo

    Pascaviral video penelentaran pasien Covid dan Ibu Hamil, Bupati Bogor langsung Sidak dan Introgasi Kepala dan Staff Puskesmas Situ Udik, Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Sabtu, 10 Juli 2021. dok. Diskominfo

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Bogor Ade Yasin mengungkapkan, di tengah antusiasme warganya untuk vaksinasi Covid-19, ketersediaan vaksin mulai menipis.

    "Masyarakat sudah paham pentingnya vaksin. Kendalanya ketersediaan vaksin mulai berkurang. Kebutuhan vaksin sangat mendesak," ujar dia di Cibinong, Bogor, Selasa 27 Juli 2021.

    Menurut Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor itu, dari semula stok 93 ribu vial vaksin, kini tersisa tinggal 104 vial. Selain itu masih ada sisa vaksin milik Kodim 0621 sebanyak 552 vial, dan 62 vial milik Polres Bogor.

    Ade Yasin mengungkapkan dari target 8.576.268 dosis atau sasaran 4.288.134 orang, hingga 26 Juli 2021 telah digunakan 690.312 dosis vaksin Covid-19.

    Menurut Ade, ia terus menggenjot vaksinasi massal. Kini vaksinasi dilakukan serentak di Puskesmas 40 kecamatan se Kabupaten Bogor, dua kali dalam seminggu.

    Pemkab Bogor menargetkan vaksinasi Covid-19 terhadap 160 ribu orang setiap pekannya dengan acuan 2.000 orang pada setiap kali kegiatan vaksinasi massal. "Untuk tenaga vaksinator sebanyak 1.070 orang sudah kami sediakan, kami kerahkan semua tenaga yang ada, hanya kendalanya saat ini soal ketersediaan vaksin," ujar Ade Yasin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.