Kesembuhan OTG Covid-19 Isolasi Mandiri Kota Tangerang Tinggi, Hampir 100 Persen

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan mendata warga yang terpapar COVID-19 dan melakukan isolasi mandiri di Banjar Terunasari, Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar, Bali, Kamis, 1 Juli 2021. Kasus terakhir  terjadi kepada seorang pria yang tengah isoman di sebuah apartemen di Ciputat, Tangerang Selatan. ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

    Petugas kesehatan mendata warga yang terpapar COVID-19 dan melakukan isolasi mandiri di Banjar Terunasari, Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar, Bali, Kamis, 1 Juli 2021. Kasus terakhir terjadi kepada seorang pria yang tengah isoman di sebuah apartemen di Ciputat, Tangerang Selatan. ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

    TEMPO.CO, Tangerang -Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Banten dr Liza Puspadewi mengungkapkan angka kesembuhan masyarakat yang melaksanakan isolasi mandiri di rumah mencapai 98 persen.

    “Berdasarkan aplikasi SiLacak dan Sirona, untuk angka kesembuhan yang OTG atau isoman di rumah itu mencapai 98 persen, sesuai juknis Kemenkes yang sudah isolasi mandiri melebihi 10 hari. Sedangkan yang berpindah dari kondisi OTG atau ringan menjadi berat dan kritis itu hanya satu hingga dua persen saja,” kata Kadinkes dr Liza dalam keterangan resminya saat ditemui di Puspem Kota Tangerang, Selasa malam 27 Juli 2021 usai rakor dengan Mendagri

    Ia mengatakan banyak pasien pasien OTG di Kota Tangerang banyak yang memilih untuk isolasi mandiri di rumah masing-masing. Dikarenakan, sudah dapat pengawasan dan obat-obatan dari Puskesmas, terpantau dalam aplikasi Silacak serta mendapat bantuan sosial berupa sembako hingga makanan matang harian dari Pemkot Tangerang.

    “Menurut Kemenkes, 90 persen pasien di RS belum mengikuti vaksinasi. Banyaknya pasien yang isoman di Kota Tangerang dikarenakan kondisinya yang ringan atau OTG. Karena memang, sudah cukup banyak masyarakat Kota Tangerang yang sudah divaksin. Saya tegaskan, vaksin tidak menjanjikan tidak terpapar covid-19, tapi menjanjikan efek Covid-19 yang lebih ringan. Hal itupun terbukti dalam kondisi pasien Covid-19 di Kota Tangerang saat ini,” katanya.

    Berdasarkan data dari laman covid19.tangerangkota.go.id pada hari Selasa (27/7) pukul 18.00 WIB untuk warga yang sembuh bertambah 334 orang menjadi 16.462 orang. Lalu yang konfirmasi dirawat ada 6.972 orang.

    Sebelumnya Wali Kota Tangerang Arief R Wismamsyah menuturkan jika Bed Occupancy Rate (BOR) Rumah Sakit Tangerang terus turun dari angka 80 persen menjadi 72 persen selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak 3 Juli 2021.

    "BOR RS mengalami penurunan selama penerapan PPKM. Ini hasil evaluasi yang telah dilaksanakan terkait penanganan COVID-19. Kini Kota Tangerang masih berada di PPKM level 4," kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dalam keterangannya di Tangerang, Senin, 26 Juli 2021.

    Kendati demikian, lanjut Wali Kota, ia mengimbau kepada jajaran Pemkot Tangerang untuk tidak mengurangi kewaspadaan masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan.

    "Antisipasi agar masyarakat tidak salah kaprah dalam mendefinisikan penyesuaian yang diberikan oleh pemerintah pusat. Kita harus tetap disiplin dan menerapkan protokol kesehatan," demikian Wali Kota Tangerang.

    Baca juga : Pasien Isolasi Mandiri Banyak Meninggal, Wagub DKI: Keluarga Naikkan Komunikasi
    #Pakaimasker
    #Cucitangan
    #Jagajarak
    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.