Makan 20 Menit Sejak Masuk Warteg atau Mulai Makan? Pilih Menu Cepat Dikunyah

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melayani pembeli yang hendak makan di tempat di Wartegan, Ampera, Jakarta Selatan, Senin, 26 Juli 2021. Pembeli dibolehkan makan di tempat dengan maksimal pengunjung tiga orang dan waktu makan maksimal 20 menit. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pekerja melayani pembeli yang hendak makan di tempat di Wartegan, Ampera, Jakarta Selatan, Senin, 26 Juli 2021. Pembeli dibolehkan makan di tempat dengan maksimal pengunjung tiga orang dan waktu makan maksimal 20 menit. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Semenjak PPKM Level 4 diperpanjang hingga 2 Agustus, terdapat beberapa kebijakan penyesuaian baru. Salah satunya warung makan dan sejenisnya dapat menerima pembeli untuk makan di tempat. Namun, makan di tempat itu hanya diberi waktu maksimal makan 20 menit. Hal ini, dengan tujuan agar pembeli cukup makan tanpa ada hal-hal lain seperti bercengkrama dan bersenda gurau. Sebab, ditakutkan dapat menyebarkan percikan (droplets), yang dikhawatirkan dapat menyebarkan virus Covid-19 apalagi dengan varian delta ini.  

    Belum ada kejelasan yang pasti waktu makan 20 menit dimulai sejak masuk rumah makan, memilih makanan atau ketika mulai memakannya. Nah, dibutuhkan antisipasi dalam memilih rumah makan yang tepat. Diperlukan memilih tempat makan yang tidak harus menunggu lama untuk pembuatan makanannya, seperti warung tegal (warteg) dan rumah makan cepat saji (fast food). Warteg dan sejenisnya sudah langsung menyediakan menu yang ada dan pembeli dapat langsung memilih lauk pauk serta sayur mayur yang diinginkan. Selain warteg, pembeli juga dapat menuju rumah makan cepat saji seperti ayam goreng. Sebab, penjual biasanya sudah menyiapkan ayam goreng, tinggal menunggu pesanan dari pembeli dan dikemas. 

    Untuk memilih menu makanan yang cepat disantap, pembeli bisa memilih makanan yang dapat dikunyah dengan cepat. Serta mengurangi makanan berbahan ikan karena memiliki duri yang menyulitkan konsumen untuk memisahkan antara daging dan duri. Selain memilih lauk pauk yang tidak rumit untuk dimakan, pembeli dapat memilih makanan yang berkuah agar cepat ditelan.

    Berikut menu yang dapat dipilih untuk dapat menyesuaikan makan 20 menit di warteg:

    Pertama, bubur ayam dan sejenisnya. Tekstur bubur yang lembut memudahkan manusia untuk memakan dengan cepat. Hal ini karena bubur tidak memaksa konsumen untuk banyak mengunyah.

    Kedua, sayur bayam. Sayur ini memiliki kuah yang tidak pekat, sehingga lebih mudah untuk ditelan. Serta, isian sayur bayam biasanya terdiri dari bayam, wortel, dan jagung, yang mudah untuk dikunyah dan ditelan. Dilansir dari p2ptm.kemkes.go.id, bayam memiliki kandung vitamin A dan K yang dapat mencegah kanker.

    Ketiga, tahu. Tahu sangat mudah untuk hancur ketika dikunyah, sehingga memudahkan pembeli untuk menyantap makanan selama makan 20 menit di masa PPKM Level 4. Selain mudah untuk ditelan, tahu memiliki kandungan gizi yang tinggi. Dikutip dari laman mediakom.kemkes.go.id, tahu mengandung isoflavon yang dapat mencegah kanker payudara.

    JACINDA NUURUN ADDUNYAA 

    Baca: Anies Baswedan Tanggapi Guyonan Warganet Soal Makan 20 Menit: Bisa!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.