Polres Depok Usut Dugaan Pemotongan Dana Bansos Tunai oleh Ketua RW

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memotret warga penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) saat mendistribusikan BST secara door to door di kawasan Pecinan Glodok, Jakarta, Ahad, 25 Juli 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas memotret warga penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) saat mendistribusikan BST secara door to door di kawasan Pecinan Glodok, Jakarta, Ahad, 25 Juli 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Depok - Polres Depok akan mengusut kasus dugaan pemotongan dana bantuan sosial tunai (bansos tunai) yang dilakukan oleh Ketua RT dan Ketua RW di beberapa kelurahan.

    Kasat Reskrim Polres Depok Ajun Komisaris Besar Yogen Heroes Baruno mengatakan akan meminta keterangan masyarakat yang menjadi korban penyunatan bantuan dampak Covid-19 tersebut.

    "Sementara masih dalam lidik. Kita ambil keterangan dari warga," kata Yogen di Depok, Jumat, 30 Juli 2021.

    Yogen mengatakan, kepolisian belum bisa memastikan apakah ada unsur pidana dalam kasus tersebut dan siapa yang bisa dijadikan tersangka. "Semua masih dalam proses, nanti pasti kita infokan perkembangan," kata Yogen.

    Sebelumnya, Ketua Rukun Warga 05 Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok mengakui melakukan pemotongan dana bantuan sosial tunai (BST) yang diterima warga dari pemerintah pusat. Besar potongan bansos tunai itu Rp 50 ribu dari total dana Rp 600 ribu untuk setiap kepala keluarga penerima BST.

    Ketua RW 05 Kuseri menyebut, potongan itu untuk biaya perbaikan mobil ambulans operasional warga setempat.

    Pemerintah Akan Percepat dan Tambah Penyaluran Bansos Selama PPKM | Foto: dok.Kemenkominfo

    "Mengenai pemotongan bansos sebesar Rp 50 ribu itu sudah kesepakatan antara ketua RW, ketua RT dan pengurus posko siaga, karena kita punya mobil ambulans yang operasionalnya sangat padat," kata Kuseri, Rabu 28 Juli 2021.

    Kuseri mengatakan, ambulans tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah dan harus turun mesin, sehingga membutuhkan anggaran yang cukup banyak. "Maka kita sepakat untuk momen yang tepat ini kita gunakan untuk memperbaiki (mobil ambulans)," kata Kuseri.

    Selain untuk mobil ambulans, uang potongan bansos tunai itu juga disisihkan untuk program kain kafan gratis untuk masyarakat. "Kita di lingkungan RW 05 punya program kain kafan gratis, jadi mungkin beberapa warga tidak tahu itu darimana dananya kain kafan gratis, jadi terobosan kami seperti itu," kata Kuseri.

    Kuseri membantah memotong bansos tunai jatah warga terdampak Covid-19. "Kita tidak memotong bansos, kita mohon bantuan donasi untuk perbaikan mobil ambulans dan kain kafan," ujarnya.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA 

    Baca juga: Risma Sidak Bansos Tunai: Kronologi Pemotongan Sebelum Kota Tangerang Buka Posko


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.