Anies Baswedan Sebut Beras Bansos Kualitas Premium, ini Beberapa Jenis Beras

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengurus RT memindahkan beras yang siap disalurkan kepada warga di kawasan RW 01 Kelurahan Cakung Barat, Jakarta, Kamis, 29 Juli 2021. ANTARA/Aprillio Akbar

    Pengurus RT memindahkan beras yang siap disalurkan kepada warga di kawasan RW 01 Kelurahan Cakung Barat, Jakarta, Kamis, 29 Juli 2021. ANTARA/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendistribusian Bantuan Sosial Non Tunai (BSNT) Pemprov DKI Jakarta mulai didistribusikan, kamis 29 Juli 2021. Gubernur Anies Baswedan mengatakan, meskipun ini beras bansos namun kualitasnya premium dengan merk Sentra Ramos, Tjap Bunga, dan Ojolali, yang diproduksi Food Station Tjipinang Jaya.

    Bansos beras premium ini disalurkan kepada 1.007.379 keluarga penerima manfaat BSNT di Jakarta. Per keluarga akan menerima 10 kg beras. "Kita berharap dengan bantuan ini, maka keluarga-keluarga di Jakarta khususnya yang sosio ekonomi rendah bisa terbantu di masa sulit seperti sekarang," kata Anies Baswedan di akun media sosialnya, 29 Juli 2021.

    Beras premium merupakan kualitas beras terbaik. Tiap jenis beras memiliki keunggulannya sendiri. Baik itu punya aroma yang harum, pulen, atau punya harga yang murah. Jenis beras paling umum yaitu beras putih dan beras merah. Namun, selain itu masih terdapat banyak jenis beras yang lebih bervariasi. Berikut jenis beras yang umum beredar dan dijual di pasaran:

    1. Beras Pandan Wangi

    Seperti namanya, beras pandan wangi memiliki aroma yang wangi layaknya pandan ketika dimasak serta memiliki tekstur yang pulen. Selain itu, beras pandan wangi mempunyai bentuk yang cenderung bulat, dengan warna putih sedikit kekuningan.

    1. Beras Rojolele

    Beras rojolele memiliki bentuk yang bulat tetapi sedikit memanjang bila dibandingkan dengan beras pandan wangi. Meskipun aromanya tidak lebih wangi dari beras pandan wangi, namun beras rojolele juga memiliki tekstur yang pulen ketika sudah matang.

    1. Beras Setra Ramos

    Beras setra ramos juga memiliki nama lain, yaitu beras IR64. Beras setra ramos memiliki bentuk agak panjang/lonjong, serta tidak mengeluarkan aroma wangi.

    Beras setra ramos paling diminati masyarakat karena harganya cukup terjangkau dan banyak disukai masyarakat perkotaan. Namun, jika beras jenis ini tidak dimasak dalam jangka waktu yang lama, atau lebih dari 3 bulan, beras ini jadi mudah basi ketika dimasak menjadi nasi.

    Sayangnya, beberapa pabrik atau pedagang beras menambahkan zat kimia pemutih, pelicin dan pewangi pada beras ini. Sehingga, disarankan hati-hati saat membeli beras jenis ini.

    1. Beras IR42

    Beras IR64 atau beras pera tidak memiliki bentuk yang bulat, dan ukurannya lebih kecil. Ketika dimasak menjadi nasi, beras jenis ini memiliki tekstur yang sedikit keras dan kering. Beras jenis ini umum dipakai pada olahan nasi goreng, nasi uduk, lontong, dan ketupat. Namun, harganya relatif lebih mahal dari beras setra ramos karena jarang ditanam oleh petani.

    1. Beras Jepang

    Jenis beras menthik susu merupakan beras Jepang yang dibudidayakan di Magelang, Jawa Tengah. Seperti namanya, beras menthik susu berwarna putih seperti susu, dengan bentuk gemuk dan lonjong. Kandungan glukosa, karbohidrat, serta protein dalam beras ini mudah terurai. Sehingga aman dikonsumsi bagi orang dengan diabetes, kanker, jantung, asam urat, darah tinggi, dan vertigo.

    1. Beras Merah

    Warna merah pada beras ini disebabkan oleh aleuron (lapis terluar yang ikut terbuang dalam proses pemisahan kulit) yang mengandung gen untuk memproduksi antosianin, yaitu sumber warna merah atau ungu. Bedanya dari beras lain, warna merah pada beras ini tidak terlepas, sehingga masih banyak vitamin yang terkandung dalam setiap butiran beras merahnya.

    Beras merah dikenal kaya akan serat, tetapi butuh trik khusus untuk menghindari nasi merah menjadi keras, yaitu dengan direndam terlebih dahulu kira-kira 15-30 menit sebelum dimasak.

    Itulah beberapa jenis beras yang beredar di pasaran. Tiap jenis beras memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing sehingga perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

    NAUFAL RIDHWAN ALY

    Baca: Bantuan Sosial Beras Mulai Dibagikan Besok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.