Alasan Jerinx Diperiksa di Bali, Polisi: Dia Kurang Sehat dan Belum Divaksin

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personil grup band Superman Is Dead, I Gede Ari Astina alias Jerinx bersama istrinya Nora Alexandra berjalan menuju mobil usai dirinya bebas dari penjara di Lapas Kerobokan, Denpasar, Bali, 8 Juni 2021. Jernix telah menjalani hukuman 10 bulan penjara dan membayar denda 10 juta atas kasus tuduhan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian  di media sosial yang dilaporkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Denapsar. TEMPO/Johannes P. Christo

    Personil grup band Superman Is Dead, I Gede Ari Astina alias Jerinx bersama istrinya Nora Alexandra berjalan menuju mobil usai dirinya bebas dari penjara di Lapas Kerobokan, Denpasar, Bali, 8 Juni 2021. Jernix telah menjalani hukuman 10 bulan penjara dan membayar denda 10 juta atas kasus tuduhan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian di media sosial yang dilaporkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Denapsar. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus menjelaskan alasan penyidik memeriksa musisi I Gede Ari Astina alias Jerinx di Bali.

    "Dia (Jerinx) kurang sehat, ada sedikit penyakit yang memang tidak bisa untuk vaksin. Sementara persyaratan penerbangan harus memiliki sertifikat vaksin," kata Yusri di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat, 30 Juli 2021.

    Penyidik Polda Metro Jaya bertolak dari Jakarta ke Bali, kemarin. Polisi akhirnya memeriksa penabuh drum band Superman Is Dead tersebut sebagai saksi. Di Pulau Dewata, penyidik juga menyita ponsel Jerinx sebagai bukti.

    Jerinx diperiksa karena menjadi terlapor dalam perkara dugaan pengancaman melalui media elektronik. Pelapor adalah selebgram Adam Deni. Jerinx diduga melakukan tindak pidana sesuai Pasal 335 KUHP dan atau Pasal 29 juncto Pasal 45 B Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE.

    Jerinx diduga mengancam Adam Deni melalui sambungan telepon. Kasus ini bermula saat Jerinx menuding sejumlah selebriti telah di-endorse oleh Covid-19. Melalui Instagram, Adam Deni meminta Jerinx untuk menunjukkan data dan bukti atas tudingan itu. Jerinx lantas menghubungi Adam.

    Baca juga: Polemik dengan Jerinx, Adam Deni Tutup Kemungkinan Damai

    M YUSUF MANURUNG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.