Tingkat Keterisian Tempat Tidur Isolasi DKI Terus Menurun, tapi ICU Masih Tinggi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ruang isolasi Covid-19. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Ilustrasi ruang isolasi Covid-19. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Gubernur DKI bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman Suharti menyebut tingkat keterisian atau bed occupancy rate (BOR) tempat tidur isolasi di rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 terus menurun.

    Data DKI per 29 Juli 2021 menunjukkan persentase keterisian isolasi mencapai 62 persen. Sebanyak 7.186 unit terisi dari total kapasitas 11.625 unit.

    "Sangat jauh turunnya dari posisi beberapa minggu lalu yang sudah sampai 93-94 persen," kata dia dalam webinar LRT Jakarta, Jumat, 30 Juli 2021.

    Walau begitu, dia menuturkan, keterisian ruang ICU masih tergolong tinggi. Suharti menyampaikan terdapat 1.368 pasien ICU per 29 Juli. Itu artinya, 84 persen tempat tidur ICU terisi dari total yang disediakan 1.628 unit.

    Dia berujar tingginya BOR ICU disebabkan banyak pasien antre untuk mendapat perawatan. Umumnya lima persen dari total pasien Covid-19 bergejala berat atau kritis.

    Karena itulah, DKI memperkirakan, pasien yang memerlukan perawatan di ICU lebih dari dua ribu orang. Sementara kapasitas ICU totalnya hanya 1.628 unit.

    "Masih banyak warga yang sebenarnya butuh ICU, tapi belum dapat tempat," jelas dia.

    Pada 25 Juli, BOR isolasi mencapai 73 persen dan ICU 89 persen. Persentase ini kembali turun pada 26 Juli menjadi 69 persen untuk tempat tidur isolasi dan 90 persen ICU.

    Baca juga: Kasus Covid-19 Harian di Jakarta Turun Sedikit, Hari Ini Tercatat 3.454


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.