Anies Apresiasi Bank DKI dalam Penanganan COVID-19

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengikuti vaksinasi COVID 19 di Mal Kuningan City, Jakarta, Kamis 15 Juli 2021. Pemprov DKI Jakarta terus melakukan vaksinasi Covid-19 untuk warga usia 12 tahun ke atas. Lokasi vaksinasi dibuka di Mal Kuningan City, Jakarta Selatan, pada 15-18 Juli 2021, bekerja sama dengan Bank Muamalat. Adapun vaksin yang digunakan adalah Sinovac. TEMPO/Subekti.

    Warga mengikuti vaksinasi COVID 19 di Mal Kuningan City, Jakarta, Kamis 15 Juli 2021. Pemprov DKI Jakarta terus melakukan vaksinasi Covid-19 untuk warga usia 12 tahun ke atas. Lokasi vaksinasi dibuka di Mal Kuningan City, Jakarta Selatan, pada 15-18 Juli 2021, bekerja sama dengan Bank Muamalat. Adapun vaksin yang digunakan adalah Sinovac. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, JakartaGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi peran Bank DKI dalam program mobil vaksinasi keliling sebagai langkah kolaborasi penanganan COVID-19 di Ibu Kota. Bank DKI sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) turut mendukung program vaksinasi yang gencar digulirkan pemerintah pusat maupun Pemerintah DKI Jakarta.

    "Harapannya, melalui vaksinasi dapat mendorong terwujudnya 'herd immunity' di DKI Jakarta," kata Anies 
    Baswedan saat berkunjung 
    ke salah satu lokasi mobil vaksinasi keliling di Jakarta, Sabtu, 31 Juli 2021.

    Anies Baswedan mengajak warga DKI Jakarta agar mendatangi tempat vaksinasi yang disediakan oleh Pemerintah DKI Jakarta. Mobil vaksinasi keliling merupakan program yang diinisiasi oleh Pemerintah DKI Jakarta untuk meningkatkan akses masyarakat kepada vaksinasi.

    Melalui inisiatif penyediaan mobil vaksin keliling oleh Pemerintah DKI Jakarta yang berkolaborasi dengan BUMD DKI Jakarta maupun perusahaan swasta diharapkan dapat mempercepat kekebalan kelompok (herd immunity) serta dapat menjangkau wilayah padat penduduk dan terpencil di seluruh pelosok Kota Jakarta.

    Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini mengatakan partisipasi Bank DKI dalam program mobil vaksinasi keliling merupakan dukungan nyata terhadap berbagai program kerja Pemerintah DKI Jakarta, khususnya penanganan dan pencegahan penyebaran COVID-19.

    Bank DKI mendukung program mobil vaksin keliling dengan menyediakan dua unit mobil, tenaga kesehatan serta sejumlah peralatan kesehatan. Bank DKI juga berkontribusi sebagai kolaborator pada 10 unit mobil vaksin keliling Pemerintah DKI Jakarta serta pemberian konsumsi kepada tenaga kesehatan selama berlangsungnya program mobil vaksin keliling.

    Selain berpartisipasi dalam mobil vaksin keliling, Bank DKI turut andil dalam pencegahan dan penanganan COVID-19 di DKI Jakarta melalui sejumlah program. Salah satunya adalah Sentra Vaksinasi Bank DKI yang telah dilaksanakan sepanjang Juli 2021. Sebanyak 4 ribu lebih dari karyawan, keluarga karyawan maupun masyarakat umum telah berpartisipasi dalam program itu.

    Pada Maret-Mei 2021 Bank DKI telah melakukan vaksinasi kepada karyawan Bank DKI yang berjumlah 3.500 orang. Bank ini bekerja sama dengan Perumda Pasar Jaya maupun beberapa sekolah serta kolaborasi dengan Puskesmas Gambir untuk vaksinasi kepada pedagang Pasar Senen, Pasar Kramat Jati serta karyawan kontrak Bank DKI dengan target 2.000 orang.

    Bank DKI juga memberikan bantuan di berbagai fasilitas lokasi isolasi mandiri pasien COVID-19 yang disiapkan Pemerintah DKI Jakarta pada lima wilayah kota administrasi termasuk di antaranya berbagai perlengkapan dan alat kesehatan serta sejumlah infrastruktur pendukung lainnya.

    Bank DKI turut memberikan bantuan di fasilitas isolasi mandiri Rusun Nagrak. “Semoga berbagai dukungan Bank DKI ini, khususnya dalam pelaksanaan vaksinasi dapat  membantu program Pemerintah DKI dalam mencegah penyebaran COVID-19 serta dapat memberikan manfaat bagi kemaslahatan masyarakat," ujar Herry.

    Baca: Antrean BST Mengular, Bank DKI Imbau Masyarakat Gunakan JakOne Mobile


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.