Dinas Pastikan Harimau yang Sembuh dari Covid-19 Tak Tulari Manusia

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor harimau Sumatra mencoba meraih sepotong daging dalam program Instagram Live di Kebun Binatang Ragunan di tengah wabah COVID-19 di Jakarta, 17 Mei 2020. Manajemen Kebun Binatang Ragunan menyiapkan program Instagram Live karena kebun binatang tersebut ditutup untuk umum di tengah wabah COVID-19. Xinhua/Agung Kuncahya B.

    Seekor harimau Sumatra mencoba meraih sepotong daging dalam program Instagram Live di Kebun Binatang Ragunan di tengah wabah COVID-19 di Jakarta, 17 Mei 2020. Manajemen Kebun Binatang Ragunan menyiapkan program Instagram Live karena kebun binatang tersebut ditutup untuk umum di tengah wabah COVID-19. Xinhua/Agung Kuncahya B.

    Jakarta - Tino, 9 tahun, dan Hari, 12 tahun, dua harimau sumatra penghuni Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan dipastikan tidak akan menularkan virus Covid-19 kepada manusia. Sebelumnya, dua harimau itu dinyatakan positif setelah dites swab dan menunjukkan gejala terjangkit virus itu. 

    "Kedua satwa tidak menularkan virusnya kepada manusia. Belum ada studi yang menunjukkan eksudat satwa yang terinfeksi Covid-19 mengandung virus aktif," ujar Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, dalam keterangan tertulis, Ahad, 1 Agustus 2021.

    Asal-usul penularan virus Covid-19 terhadap Tino dan Hari sedang ditelusuri. Menurut Suzi, kedua harimau itu terpapar Covid-19 saat Taman Margasatwa Ragunan sedang tutup karena PPKM Level 4 dan tidak ada pengunjung yang datang. 

    Perawat serta petugas kebun binatang Ragunan yang kontak langsung dengan Tino dan Hari juga diperiksa. "Tidak ada yang terpapar COVID-19. Sehingga, kami masih menelusuri penyebabnya,” kata Suzi. 

    Tino mengalami gejala terjangkit Covid-19 diketahui pada 9 Juli. Tino yang masih berusia 9 tahun mengalami sakit dengan gejala klinis sesak nafas, bersin, keluar lendir dari hidung, dan penurunan nafsu makan.  

    Selang dua hari kemudian, kondisi Hari yang menurun. Gejalanya yang sama dengan Tino.

    Pada 14 Juli, Tino dan Haru dites swab yang sampelnya dikirim ke laboratorium Pusat Studi Satwa Primata, IPB Bogor. "Hasilnya keluar 15 Juli yang menyatakan bahwa kedua satwa terpapar COVID-19,” kata Suzi. 

    Setelah dinyatakan sakit Covid-19, kedua satwa Ragunan itu segera diobati, diberi antibiotik, antihistamin, antiradang, dan multivitamin setiap hari. Dalam waktu sekitar 10 – 12 hari pengobatan, kondisi kedua harimau berangsur membaik dan pulih.

    Baca: Kena Covid-19, Dua Harimau Sumatra di Ragunan Sembuh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.