Cerita Harimau di Ragunan Hari dan Tino Terpapar Covid-19

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi harimau Sumatera, Tino, yang baru pulih dari Covid-19, di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta, 31 Juli 2021. Hari dan Tino kini pun berangsur pulih dan kembali aktif. Jakarta Capital City Government/via REUTERS

    Kondisi harimau Sumatera, Tino, yang baru pulih dari Covid-19, di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta, 31 Juli 2021. Hari dan Tino kini pun berangsur pulih dan kembali aktif. Jakarta Capital City Government/via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan Jakarta Selatan, dr hewan Endah Rumiyati memastikan tidak ada satwa lain yang terpapar Covid-19.

    "Selain Harimau Hari dan Tino tidak ada satwa di dalam TMR ini yang menunjukkan gejala Covid-19, jadi hanya harimau Hari dan Tino," kata dr hewan Endah Rumiyati di Jakarta, Minggu, 1 Agustus 2021.

    Endah mengatakan tim medis akan melakukan observasi lebih lanjut untuk melihat bahwa kedua satwa dilindungi tersebut secara klinis sudah tidak menunjukkan gejala sakit.

    Kemudian tim media akan melanjutkan pemeriksaan secara uji laboratorium untuk memastikan satwa tersebut negatif dari Covid-19.

    Lebih lanjut, Endah menuturkan bahwa pihaknya juga akan memeriksa satwa lain untuk memastikan seluruh satwa di Ragunan, Jakarta Selatan, dalam kondisi sehat.

    Menurut perawat satwa di Ragunan, sekitar tiga minggu lalu, Hari dan Tino tampak sakit dan bergejala Covid-19, seperti flu, lemas, dan sesak napas. Instagram/aniesbaswedan

    "Jadi kami melakukan tes karena harimau ini memiliki gejala klinis sakit, kami tidak melakukan tes untuk satwa yang tidak menunjukkan klinis sakit. tetapi mungkin ke depan tidak menutup kemungkinan apabila kami ingin mengecek semua satwa ke depan kami akan coba kita pikirkan agar kita lebih tahu," ungkap Endah.

    Untuk mencegah adanya potensi penularan dari manusia, Endah menuturkan akan memeriksa seluruh petugas di Ragunan agar memastikan terbebas dari gejala Covid-19.

    "Kita juga sudah melihat kondisi perawat tidak ada yang memiliki gejala klinis ke arah sakit. Memang sampai saat ini kami akan Tracing karena memang tidak ada perawat kami yang menunjukkan sakit, tapi kami tidak menutup kemungkinan memang kalau OTG jadi kami tetap tracing," tutur Endah.

    Sebelumnya, dua Harimau asal Sumatera berusia 9 dan 12 tahun terpapar Covid-19 pada 15 Juli lalu.

    Hal itu terdeteksi setelah tim medis menemukan keduanya bergejala klinis Covid-19 sejak 9 Juli 2021, dengan menunjukkan gejala batuk, nafas berat, keluarnya cairan dari hidung, aktifitas, serta nafsu makan menurun.

    Baca juga: Dinas Pastikan Harimau yang Sembuh dari Covid-19 Tak Tulari Manusia
    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.