Kasus Pungli Bantuan Sosial di Tangerang, Polisi Periksa 12 Saksi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    Jakarta - Kepolisian Resor Tangerang Kota telah memeriksa 12 saksi dalam kasus pungutan liar bantuan sosial di Kota Tangerang. "Dari 12 orang yang diperiksa ada warga," ujar Kepala Sub Bagian Humas Polres Tangerang Kota Komisaris Abdul Rachim saat dihubungi, Rabu, 4 Agustus 2021.

    Kasus ini berawal dari aduan masyarakat di layanan pengaduan di Pemerintah Kota Tangerang dan langsung ditindaklanjuti oleh kepolisian.

    Jumlah saksi ini, kata Abdul, naik dari yang sebelumnya hanya tujuh orang. Selain warga, polisi juga turut memeriksa Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang ikut membantu menyalurkan bantuan sosial. "Sampai sekarang belum ada tersangka," ujar Abdul. 

    Sampai hari ini, polisi menyelidiki 23 aduan pungli bantuan sosial itu. Sedangkan jumlah laporan yang masuk ke Pemerintah Kota Tangerang sudah mencapai 47 laporan. 

    Kepala Polres Metro Kota Tangerang Komisaris Besar Deonijiu de Fatima mengatakan telah berkomunikasi dengan Wali Kota Tangerang mengenai pungli bantuan sosial ini. "Mereka yang namanya sudah terlampir akan kami selidiki." 

    Deonijiu mengimbau kepada masyarakat yang merasa menjadi korban pungli untuk tak perlu takut melapor. Ia mengatakan kepolisian tak akan segan memproses oknum-oknum yang melakukan pungli terhadap bantuan sosial ini. 

    Baca: 4 Fakta Potongan Bantuan Sosial Tunai oleh Ketua RW di Depok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.