Berita Terpopuler: Pengadaan Masker N95 di DKI hingga Puteri Akidi Tio

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui awak media di Balai Kota, Jakarta Pusat, pada Selasa malam, 13 Juli 2021. Tempo/Adam Prireza

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui awak media di Balai Kota, Jakarta Pusat, pada Selasa malam, 13 Juli 2021. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita terpopuler kanal metro pada hari ini, Kami, 5 Agustus 2021 adalah tentang pengadaan 
    masker N95 oleh Pemerintah DKI senilai Rp 5,8 miliar yang dinilai boros oleh BPK, angka kematian pasien COVID-19  yang menurun dengan terbanyak meninggal di rumah sakit dan berita terpopuler kemarin yang di antaranya mengenai puteri pengusaha Akidi Tio yang punya masalah hukum di Polda Metro Jaya.

    Berikut kilasan berita terpopuler itu:

    1. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) DKI Jakarta menyatakan Pemerintah DKI telah memboroskan dana belanja tidak terduga untuk pengadaan masker N95 pada 2020. "Masalah itu mengakibatkan pemborosan terhadap keuangan daerah senilai Rp 5,85 miliar." Demikian laporan BPK yang terbit 28 Mei 2021.

    Masalah yang dimaksud bahwa pejabat pembuat komitmen  telah bekerja sama dengan dua perusahaan untuk pengadaan masker N95. Mula-mula Dinas Kesehatan DKI Jakarta menggandeng PT IDS sebagai penyedia masker N95. Dinas tiga kali mengikat kontrak dengan PT IDS untuk pengadaan 89 ribu lembar masker. 

    Setelah itu, pejabat pembuat komitmen kembali meneken kontrak dengan penyedia lain, yakni PT ALK. PT ALK mengadakan 195 ribu respirator N95 Niosh Particulate Respirators dengan merk atau tipe Makrite 9500-N95.

    Angka Rp 5,85 miliar ini diperoleh dari selisih harga antara pengadaan masker N95 oleh PT ALK dengan total Rp 17,55 miliar (195 ribu lembar x Rp 90 ribu) dikurangi harga yang ditawarkan PT IDS (195 ribu lembar x Rp 60 ribu) yang totalnya Rp 11,7 miliar. Padahal, jika pejabat pembuat komitmen bekerja sama dengan PT IDS, Dinas Kesehatan dapat memperoleh masker tambahan sebanyak 97.500 lembar dengan harga satuan Rp 60 ribu.

    BPK menilai pejabat pembuat komitmen tidak cermat mengelola keuangan daerah secara ekonomis dalam pengadaan masker N95.

    2. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria 
    mengatakan dalam dua pekan angka kematian pasien COVID-19 Jakarta mencapai di atas 100 jiwa per hari. "Ini sesungguhnya menurun, karena pekan sebelumnya sempat di atas 200 jiwa per hari," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Rabu, 4 Agustus 2021. 

    Mayoritas pasien Covid-19 yang meninggal, sekitar 70 persen di antaranya terjadi di rumah sakit rujukan. Penurunan angka kematian itu signifikan seiring menurunnya tingkat keterisian tempat tidur di ruang isolasi dan ruang perawatan intensif (ICU).

    Tingkat keterisian tempat tidur bagi ruang isolasi dan ICU di RS rujukan COVID-19 masing-masing hanya terisi sekitar 50 persen dan 76 persen. Ia berharap angka kematian pasien Covid-19 menurun lagi beberapa hari mendatang.

    3. Berita terpopuler kemarin yang di antaranya menyajikan artikel tentang anak Akidi Tio punya kasus hukum di Polda Metro Jaya. Anak bungsu Akidi Tio, Heryanty Tio, dilaporkan oleh seseorang bernama Ju Bang Kioh ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada 14 Februari 2021. Heryanty adalah anak Akidi Tio yang membuat heboh karena hoaks donasi Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan.

    Kasus Heryanty Tio tak ada sangkut pautnya dengan kasus donasi ayahnya. Ada jarak waktu antara hoaks donasi dengan dilaporkannya Heryanty. 

    Berita terpopuler kanal metro selengkapnya bisa dibaca di sini.

    Baca: Berita Terpopuler: Kasus Penipuan Puteri Akidi Tio hingga Penyekatan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.