Menjelang Keputusan PPKM, Polres Cianjur Berlakukan Sistem Ganjil Genap

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Warga mengendarai motor melintasi di Pos Penyekatan Mobilitas Masyarakat pada PPKM Level 4 Tahap 2depan Panasonic, Jalan Raya Bogor, Jakarta, Selasa 3 Agustus 2021. Warga bebas melintas pos penyekatan tanpa ada penjagaan petugas. Hanya barier yang berada disekitar lokasi penyekatan. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta -Menjelang keputusan kelanjutan PPKM, Polres Cianjur, Jawa Barat, memberlakukan sistem ganjil genap di sepanjang Jalan Mangunsarkoro yang merupakan jalan pusat kota Cianjur untuk mengurangi mobilitas warga.

Kasatlantas Polres Cianjur AKP Mangku Anom Sutresno di Cianjur, Minggu, mengatakan bahwa pemberlakuan sistem tersebut hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Ditegaskan pula bahwa penerapan ganjil genap tersebut disesuaikan dengan tanggal dan sudah dilakukan 1 hari sebelumnya sekaligus sosialisasi agar diketahui warga penguna kendaraan.

"Setiap harinya akan dievaluasi sebelum ditetapkan sanksi," ujarnya.

Pada saat ini, kata dia, baru di sepanjang Jalan Mangunsarkoro. Namun, tidak menutup kemungkinan akan diperluas. Hal ini mengingat mobilitas warga masih tinggi di jalan protokol Cianjur.

Ia menjelaskan bahwa pemberlakuan ganjil genap menyesuaikan tanggal kalender, misalnya 0, 2, 4, 6, dan 8 diperbolehkan untuk ujung pelat nomor yang sama atau genap, sedangkan untuk tanggal ganjil, seperti 1, 3, 5, 7, 9 diperbolehkan lewat untuk ujung pelat nomor yang ganjil. Dengan demikian, pada saat tanggal ganjil tidak ada kendaraan bernopol genap yang melintas.

Namun, dalam sistem ganji genap, tetap ada pengecuali untuk beberapa kendaraan tertentu, seperti damkar, ambulans, kendaraan dinas TNI/Polri, angkutan umum, angkutan online, dan angkutan logistik atau sembako

AKP Mangku Anom menegaskan bahwa penerapan sistem tersebut sesuai dengan arahan pemerintah untuk mengurangi mobilitas warga guna menekan penularan Covid-19.

Sementara itu, sebagian besar penguna jalan yang melintasi Jalan Mangunsarkoro mengaku baru mengetahui pemberlakukan sistem ganjil genap di sepanjang jalan utama pusat kota Cianjur.

Ketika mereka melintasi jalan tersebut,  baru menerima selebaran dari petugas.

"Baru tahu kalau ada sistem ganjil genap. Seharusnya disosialisasikan terlebih dahulu agar tepat sasaran, terlebih kami dari selatan, tahunya bebas saja kendaraan yang melintas, mau bernopol ganjil atau genap selama ini," kata Jajang (42), pengendara warga Kecamatan Naringgul.

Hal senada juga disampaikan pengendara bernopol ganjil. Menurut dia, seharusnya ada sosialisasi terlebih dahulu meski bagi pengendara yang melanggar selama PPKM belum diberikan sanksi.

ANTARA
Baca juga : Barengan PPKM Level 4 Ditambah, Ganjil Genap Bogor Hari Kerja Berlaku Mulai Esok






Pemerintah Perpanjang PPKM Level 1 di Seluruh Jawa-Bali hingga 5 September

31 hari lalu

Pemerintah Perpanjang PPKM Level 1 di Seluruh Jawa-Bali hingga 5 September

Safrizal mengatakan perpanjangan PPKM level 1 dilakukan berdasarkan pertimbangan dan masukan dari pakar dengan melihat kondisi faktual di lapangan.


Kemendag Sebut Harga Telur Ayam Tembus Rp 31.000 per Kg karena PPKM Dilonggarkan

37 hari lalu

Kemendag Sebut Harga Telur Ayam Tembus Rp 31.000 per Kg karena PPKM Dilonggarkan

Plt Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra menjelaskan penyebab naiknya harga telur beberapa hari terakhir.


Korban Meninggal Akibat Truk Rem Blong di Cianjur Bertambah Jadi 6 Orang

47 hari lalu

Korban Meninggal Akibat Truk Rem Blong di Cianjur Bertambah Jadi 6 Orang

Polisi menyebut dugaan sementara kecelakaan akibat rem blong karena di lokasi kejadian tidak ditemukan bekas pengereman.


Truk Tabrak Kendaraan Lain Diduga Rem Blong di Jalan Sukabumi-Cianjur, 5 Orang Tewas

48 hari lalu

Truk Tabrak Kendaraan Lain Diduga Rem Blong di Jalan Sukabumi-Cianjur, 5 Orang Tewas

Saksi mata menyebut pengemudi yang kendaraannya rem blong sempat berupaya membanting stir untuk menghindari tabrakan, namun tidak membuahkan hasil.


Bertemu Masyarakat Cianjur, Syarief Hasan Ingatkan Tahun Politik 2024

51 hari lalu

Bertemu Masyarakat Cianjur, Syarief Hasan Ingatkan Tahun Politik 2024

Suara rakyat yang diberikan pada saat itu, akan menghadirkan kepemimpinan nasional yang mewarnai perjalanan bangsa ini ke depan.


IHSG Akhir Pekan Diprediksi Menguat Terbatas, Sentimen Data Ekonomi PDB

57 hari lalu

IHSG Akhir Pekan Diprediksi Menguat Terbatas, Sentimen Data Ekonomi PDB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan akhir pekan, Jumat 5 Agustus 2022.


Kasus Covid-19 Meningkat, Pemerintah Kembali Perpanjang PPKM

2 Agustus 2022

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemerintah Kembali Perpanjang PPKM

Kondisi di seluruh daerah baik di Jawa dan Bali maupun di luar Jawa dan Bali tetap berada di Level 1


Pemerintah Kembali Perpanjang PPKM, Begini Perubahan Aturannya

2 Agustus 2022

Pemerintah Kembali Perpanjang PPKM, Begini Perubahan Aturannya

Perpanjangan PPKM di Jawa Bali mulai 2 sampai 15 Agustus . Sementara untuk luar Jawa Bali ditetapkan lebih lama yaitu 2 Agustus hingga 5 September


Ada Kenaikan Kasus Covid-19, Kemendagri Sebut Semua Wilayah Masih Berstatus PPKM Level 1

2 Agustus 2022

Ada Kenaikan Kasus Covid-19, Kemendagri Sebut Semua Wilayah Masih Berstatus PPKM Level 1

Pemerintah memutuskan untuk kembali memperpanjang pelaksanaan PPKM di daerah di tengah pandemi yang terus diupayakan terkendali.


3 Ribu Kendaraan Pengguna Pertalite di Cianjur Terdaftar di MyPertamina

31 Juli 2022

3 Ribu Kendaraan Pengguna Pertalite di Cianjur Terdaftar di MyPertamina

Sebanyak 3.000 kendaraan pengguna BBM jenis pertalite dan 800 kendaraan pengguna solar di Cianjur, Jawa Barat, sudah terdaftar dalam Mypertamina.