Kasus Intimidasi Wartawan saat Meliput BTS Meal di Depok Mandek

Pengemudi ojek daring memadati gerai McDonald's Raden Saleh di hari pertama penjualan BTS Meal di Jakarta, Rabu, 9 Juni 2021. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan sejumlah gerai restoran cepat saji, McDonald's ditutup sementara dan didenda administratif akibat terjadi kerumunan. ANTARA/Galih Pradipta

TEMPO.CO, Jakarta - Laporan polisi atas kasus dugaan intimidasi wartawan Warta Kota saat meliput BTS Meal di restoran cepat saji McDonald's Depok dianggap mandek. Sebelumnya korban telah melaporkan kasus ini ke Polres Metro Depok.

"Sampai saat ini kami menilai belum ada progress berarti. Padahal bukti-bukti jelas sudah klien kami berikan," bunyi keterangan Dalimunthe & Tampubolon Lawyers selaku kuasa hukum wartawan itu, Rabu, 1 September 2021.

Intimidasi itu terjadi pada Rabu, 9 Juni 2021 pukul 15.30 WIB. Sang wartawan disebut menerima intimidasi dan penghalangan liputan tentang keriuhan BTS Meal di restoran cepat saji McD itu.

"Peristiwa pelarangan wartawan meliput disertai dengan intimidasi yang diduga dilakukan oleh pihak-pihak dalam perusahaan multinasional ini tentu menciderai kebebasan pers di Indonesia," bunyi keterangan tertulis itu.

Untuk membahas perkembangan kasus intimidasi wartawan yang mandek di Polres Metro Depok ini, kuasa hukum akan menggelar konferensi pers di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Depok pada Kamis, 2 September 2021. Acara dijadwalkan berlangsung pukul 15.00 WIB.

Baca juga: Anggotanya Disebut Intimidasi Wartawan, Ini Kata FBR Tangsel






Orang Tua Siswa Cemas Pemkot Depok Tetap Menggusur SDN Pondokcina 1 Juni Nanti

2 jam lalu

Orang Tua Siswa Cemas Pemkot Depok Tetap Menggusur SDN Pondokcina 1 Juni Nanti

Perwakilan orang tua siswa SDN Pondokcina 1 Depok mengaku khawatir rencana penggusuran tetap dilakukan Pemkot Depok.


6 Fakta Anggota Densus 88 Bunuh Sopir Taksi Online di Bukit Cengkeh Depok

3 jam lalu

6 Fakta Anggota Densus 88 Bunuh Sopir Taksi Online di Bukit Cengkeh Depok

Kuasa hukum keluarga sopir taksi online itu menganggap perkara yang melibatkan anggota Densus 88 ini adalah suatu pembunuhan berencana.


Perlawanan Orang Tua Siswa SDN Pondokcina 1 Depok Berlanjut, Hari Ini Beri Klarifikasi ke Ombudsman

5 jam lalu

Perlawanan Orang Tua Siswa SDN Pondokcina 1 Depok Berlanjut, Hari Ini Beri Klarifikasi ke Ombudsman

Tim Advokasi SDN Pondokcina 1 mendampingi para orang tua untuk memberikan klarifikasi terhadap Ombudsman RI. Minta alihfungsi dibatalkan.


Hari Pers Nasional 2023: Pesan Jokowi untuk Pers 2018 -2023, Terakhir Singgung Soal Kebebasan Pers

8 jam lalu

Hari Pers Nasional 2023: Pesan Jokowi untuk Pers 2018 -2023, Terakhir Singgung Soal Kebebasan Pers

Jokowi akan menghadiri puncak Hari Pers Nasional pada 9 Februari 2023 di Medan. Berikut pernyataannya 5 tahun terakhir soal pers di Indonesia.


Hari Pers Nasional 2023: Ketika Jokowi Bicara Kebebasan Pers Menjelang Pemilu

9 jam lalu

Hari Pers Nasional 2023: Ketika Jokowi Bicara Kebebasan Pers Menjelang Pemilu

Presiden Jokowi akan menghadiri puncak Hari Pers Nasional pada 9 Februari 2023 di Medan. Ia sebelumnya bicara soal kebebasan pers menjelang pemilu.


Polisi Ungkap Kendala Memburu Ibu Terduga Pelaku Penelantaran Anak di Depok

10 jam lalu

Polisi Ungkap Kendala Memburu Ibu Terduga Pelaku Penelantaran Anak di Depok

RV, 12 tahun, diduga menjadi korban penganiayaan dan penelantaran anak oleh ibunya sendiri. Ia ditemukan denan tubuh penuh luka


Anggota Densus 88 yang Bunuh Sopir Taksi Online di Depok Ditangkap di Bekasi

21 jam lalu

Anggota Densus 88 yang Bunuh Sopir Taksi Online di Depok Ditangkap di Bekasi

Bripda HS pelaku pembunuhan terhadap sopir taksi online di Depok ditangkap di Bekasi oleh kesatuannya sendiri, Densus 88 Antiteror.


Anggota Densus 88 Jadi Tersangka Pembunuhan Sopir Taksi Online di Depok

22 jam lalu

Anggota Densus 88 Jadi Tersangka Pembunuhan Sopir Taksi Online di Depok

Anggota Densus 88 yang membunuh sopir taksi online di Depok telah ditetapkan sebagai tersangka.


Korban Pembunuhan di Depok Diduga Sempat Antar Pelaku, Anggota Densus 88 Mengaku Tak Punya Uang

23 jam lalu

Korban Pembunuhan di Depok Diduga Sempat Antar Pelaku, Anggota Densus 88 Mengaku Tak Punya Uang

Korban pembunuhan di Depok sempat mengantarkan pelaku yang merupakan anggota Densus 88. Pelaku mengaku tak punya uang.


Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online di Depok Diduga Anggota Densus 88 Berpangkat Bripda

1 hari lalu

Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online di Depok Diduga Anggota Densus 88 Berpangkat Bripda

Keluarga sopir taksi online yang dibunuh di Depok menerima informasi soal terduga pelaku. Pelaku diduga anggota Densus 88 berpangkat Bripda.