Bus Listrik Transjakarta Mulai Wara-wiri Blok M-Balaikota, Tarif Masih Gratis

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana saat uji coba bus Transjakarta berbahan bakar listrik di lapangan parkir Kantor pusat PT Transjakarta, Jakarta, Jumat, 10 September 2021. Uji coba transportasi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (Battre Electic Vehicle) bertujuan untuk mengurangi polusi udara. Pemprov DKI menargetkan penggunaaan 5.000 bus elektrik untuk transjakarta. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Suasana saat uji coba bus Transjakarta berbahan bakar listrik di lapangan parkir Kantor pusat PT Transjakarta, Jakarta, Jumat, 10 September 2021. Uji coba transportasi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (Battre Electic Vehicle) bertujuan untuk mengurangi polusi udara. Pemprov DKI menargetkan penggunaaan 5.000 bus elektrik untuk transjakarta. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, JakartaBus listrik Transjakarta mulai melayani penumpang rute Blok M-Balaikota sejak kemarin.

    Kepala Departemen Hubungan Masyarakat dan Kemitraan Transjakarta Iwan Samariansyah mengatakan operasional bus sudah dibuka untuk umum setiap hari dan belum dikenakan tarif sama sekali alias gratis.

    Meski gratis, penumpang tetap harus melakukan tap in-tap out pada mesin Tap On Bus yang disediakan dalam bus. Uji coba bus listrik ini akan dilakukan hingga tiga bulan ke depan.

    "Sejauh ini bus bagus dan masih perlu waktu untuk memenuhi syarat minimal. Maksimal 45 orang dalam kondisi normal. Namun sekarang masih sekitar 20 orang," kata Iwan di Jakarta, Jumat, 17 September 2021.

    Bus listrik ini beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB dengan rute Blok M-Balaikota. Para penumpang bus harus memenuhi protokol kesehatan, yaitu sudah mendapat vaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama.

    Petugas layanan bus ini akan mengecek suhu tubuh penumpang dan bukti vaksinasi.

    Petugas beraktivitas saat uji coba bus Transjakarta berbahan bakar listrik di lapangan parkir Kantor pusat PT Transjakarta, Jakarta, Jumat, 10 September 2021. Uji coba transportasi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (Battre Electic Vehicle) bertujuan untuk mengurangi polusi udara. Pemprov DKI menargetkan penggunaaan 5.000 bus elektrik untuk transjakarta. TEMPO/Muhammad Hidayat

    “Kalau suhunya di atas 37 derajat celcius tidak boleh masuk. Sejauh ini belum banyak masyarakat yang menggunakan. Karena masih kemarin, mungkin belum banyak yang tahu,” kata salah satu petugas layanan bus, Hafiz.

    Salah satu penumpang, Boy (54) menyambut baik operasional bus listrik tersebut karena selain membantu mengurangi emisi, juga semakin memberikan layanan terbaik bagi publik. “Saya suka karena busnya bersih dan nyaman,” kata dia.

    PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta menargetkan 100 unit bus listrik beroperasi pada 2021 di Ibu Kota. Bus listrik ini merupakan upaya pemerintah untuk mendukung transportasi perkotaan yang ramah lingkungan.

    Direktur Utama Transjakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengatakan sebelum resmi beroperasi, ia meminta pihak produsen bus listrik sudah melakukan sertifikasi armada agar sesuai dengan Standar Pelayanan Minimum atau SPM yang berlaku.

    Ia berharap sebanyak 10.051 unit bus listrik sudah beroperasi di jalanan Ibu Kota pada 2030. "Bus-bus ini akan kita operasikan secara bertahap. Untuk tahun 2021, ini kita menargetkan sebanyak 100 unit bus yang akan dioperasikan," kata Jhony beberapa waktu lalu.

    Baca juga: TransJakarta Uji Coba Kedua Bus Listrik di Jakarta, Ini Rutenya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.