Antisipasi Banjir, Kota Tangerang Bangun 18 Turap

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengendara melintasi banjir di kawasan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu, 20 Mei 2020. ANTARA/Fauzan

    Sejumlah pengendara melintasi banjir di kawasan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu, 20 Mei 2020. ANTARA/Fauzan

    TEMPO.CO, Tangerang - Pemerintah Kota Tangerang menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan upaya preventif mengatasi banjir di musim hujan ini.

    Kepala Bidang Tata Air Dinas PUPR Kota Tangerang Mursiman mengatakan tengah membangun beberapa upaya pengendalian banjir, turap atau embung, dan pembangunan pompa air di wilayah yang memang rawan terkena banjir ataupun genangan.

    Turap adalah susunan konstruksi batu kali untuk menahan tekanan pada tanah. Sedangkan embung merupakan tandon air di yang dibangun untuk menampung kelebihan air hujan di musim hujan.

    "Turap dibangun di tiga belas kecamatan, jumlahnya mencapai delapan belas turap," kata Mursiman di Tangerang, Jumat 17 September 2021.

    Selain 18 turap di 13 kecamatan, Dinas PUPR juga membangun 239 pompa air. Enam di antaranya dibangun pada 2021.

    Upaya lain pencegahan banjir kata Mursiman, Dinas PUPR juga telah membangun 117 saluran drainase se-Kota Tangerang. "Ini bertujuan untuk mempermudah jalannya air dari saluran pemukiman ke saluran yang lebih besar seperti sungai atau kali," kata Mursiman.

    Drainase diharapkan dapat mengurangi luasan banjir yang melanda permukiman penduduk Kota Tangerang. Pada saat ini, luas banjir bertambah 45 hingga 47 hektare per tahun. Diharapkan pada 2023, cakupan luas banjir berkurang 120 hektare dibandingkan luas daerah terdampak pada 2019, yang mencapai 700 hektare. 

    Kepala bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) Dinas PUPR Kota Tangerang Dody Ardiansyah  mengerahkan delapan tim yang dibagi menjadi 20 titik lokasi pengerjaan.

    “Tim ini kami bagi di wilayah timur, barat, dan tengah. Sedangkan untuk tim lainnya itu mobile, mulai dari OP pintu air, tim alat berat, dan tim babatan. Ada juta tim yang selalu standby 24 jam seperti OP pompa dan rehap turap atau tanggul,”kata Dody.

    Bidang OP juga melakukan pengerukan dan pembersihan kali atau sungai menggunakan alat berat. “Setiap hari kami turunkan sekitar delapan unit di wilayah barat, timur dan tengah. Mulai dari Ultratrex, Buldoser serta Amfibi,” kata Dody.

    Dody mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di musim hujan.

    “Saya mengimbau kepada masyarakat Kota Tangerang untuk sama-sama menjaga kota dengan tidak membuang sampah sembarangan terutama di selokan, karena itu akan menghambat jalannya air, dan mengakibatkan hadirnya genangan ataupun banjir," ujarnya. 

    AYU CIPTA

    Baca juga: Banjir, Kerugian Kabupaten Lebak Rp 4,8 Miliar dalam Sehari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.