Sejumlah Kampus di Jakarta Bersiap Gelar Kuliah Tatap Muka

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti uji coba Perkuliahan Tatap Muka (PTM) dengan melakukan protokol kesehatan di Fakultas Hukum kampus setempat, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 7 April 2021. ANTARA/Maulana Surya

    Sejumlah mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti uji coba Perkuliahan Tatap Muka (PTM) dengan melakukan protokol kesehatan di Fakultas Hukum kampus setempat, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 7 April 2021. ANTARA/Maulana Surya

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah perguruan tinggi di Jakarta tengah mempersiapkan diri untuk menggelar kuliah tatap muka. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III Agus Setyo Budi mengatakan, sesuai dengan Surat Edaran Plt. Dirjen Dikti Nomor 4 Tahun 2021 Tanggal 13 September 2021 bahwa pembelajaran mulai semester gasal tahun akademik 2021/2022 diselenggarakan dengan protokol kesehatan.

    "Bisa juga untuk tetap menyelenggarakan secara full daring. Selama kampus tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan warga kampus dan masyarakat sekitarnya," kata Agus dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Jumat, 17 September 2021.

    Agus mengatakan lembaganya akan memantau dan meminta laporan dari kampus-kampus dalam melaksanakan kuliah tatap muka.

    Adapun mekanisme penyelenggaraan kuliah tatap muka terbatas ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan dan pemantauan. Apabila pihak kampus telah mendapatkan rekomendasi dari Satgas Covid-19 setempat, selanjutnya melapor dan bersurat ke LLDikti Wilayah III untuk dipantau lebih lanjut.

     “Dalam pelaksanaannya nanti, kami LLDikti Wilayah III akan melakukan pemantauan berkala terhadap aktivitas PTM terbatas,” ujar Agus.

     

    SYIFA INDRIANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.