Wagub DKI Sebut akan Susun Sanksi Bagi Toko yang Masih Pajang Iklan Rokok

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan beraktivitas di depan display rokok yang ditutupi kain putih di salah satu minimarket di Jakarta, Selasa 14 September 2021. Pemprov DKI Jakarta akan melakukan penutupan display serta poster produk rokok di seluruh pusat perbelanjaan yang bertujuan menekan angka perokok di ibukota. Penutupan display produk rokok tersebut dilakukan berdasarkan Seruan Gubernur DKI Jakarta nomor 8 tahun 2021 tentang Pembinaan Kawasan Dilarang Merokok. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Karyawan beraktivitas di depan display rokok yang ditutupi kain putih di salah satu minimarket di Jakarta, Selasa 14 September 2021. Pemprov DKI Jakarta akan melakukan penutupan display serta poster produk rokok di seluruh pusat perbelanjaan yang bertujuan menekan angka perokok di ibukota. Penutupan display produk rokok tersebut dilakukan berdasarkan Seruan Gubernur DKI Jakarta nomor 8 tahun 2021 tentang Pembinaan Kawasan Dilarang Merokok. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur atau Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan, pemerintah DKI akan menyusun sanksi bagi toko yang masih memajang iklan rokok. Dia menyampaikan ada waktunya nanti untuk menegakkan sanksi tersebut.

    "Secara bertahap nanti kami akan mengatur mekanismenya kemudian sanksinya," kata dia di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat, 17 September 2021.

    Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI menutup iklan rokok di minimarket wilayah Jakarta Barat. Kepala Satpol PP DKI Arifin mengatakan penutupan iklan rokok itu merupakan pelaksanaan dari Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 148 Tahun 2017.

    Pergub 148/2017 mengatur tentang petunjuk pelaksanaan penyelenggaraan reklame. Dalam Pergub ini tidak diatur soal sanksi bagi pelanggar.

    Meski begitu, Riza berharap masyarakat disiplin bukan karena ada sanksi atau aparat yang mengawasi. Masyarakat, tutur dia, harus sadar diri menaati peraturan dan menganggapnya sebagai kebutuhan.

    "Jangan karena ada sanksi atau hadirnya aparat baru kita disiplin," ucap Wagub DKI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.