Kejaksaan Depok Telah Naikkan Status Dugaan Korupsi Damkar ke Penyidikan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga honorer petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok Sandi Butar Butar didampingi kuasa hukum Razman Arif saat memenuhi panggilan penyidik di Polres Metro Depok, Jawa Barat, Senin, 26 April 2021. Sandi diperiksa selaku yang mengungkap dugaan korupsi di Dinas Damkar Kota Depok. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Tenaga honorer petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok Sandi Butar Butar didampingi kuasa hukum Razman Arif saat memenuhi panggilan penyidik di Polres Metro Depok, Jawa Barat, Senin, 26 April 2021. Sandi diperiksa selaku yang mengungkap dugaan korupsi di Dinas Damkar Kota Depok. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Depok - Kasus dugaan korupsi pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok sudah memasuki babak baru.

    Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Sri Kuncoro mengatakan, pihaknya telah menaikkan status kasus dugaan korupsi Damkar tersebut dari penyelidikan ke penyidikan.

    "Damkar sudah kita naikkan ke penyidikan, per tanggal 15 September kemarin," kata Sri kepada wartawan, Jumat, 17 September 2021.

    Sri mengatakan, ada dua kasus yang telah dinaikkan ke tahap penyidikan yakni dugaan korupsi pengadaan seragam dan sepatu Pakaian Dinas Lapangan (PDL), serta tentang pemotongan honor.

    "Jadi ada dua surat perintah penyidikan yang sudah kita naikkan," kata Sri.

    Sri mengatakan, dengan sudah dinaikkannya status menjadi penyidikan, maka tinggal satu tahap lagi untuk selanjutnya menetapkan tersangka.

    "Penyidikan itu adalah serangkaian tindakan penyidik untuk mengumpulkan alat bukti. Jadi step- nya itu kumpulkan dulu alat buktinya baru akan ketemu tersangka," kata Sri.

    Sebagai informasi, kasus dugaan korupsi Damkar telah tercium sejak bulan April 2021 lalu. Saat itu ada salah satu anggota dinas pemadam api itu, Sandi Butar Butar, memposting ke media sosial dan viral.

    Baca juga: Korupsi Damkar Depok, Kejari Periksa 2 Pejabat dan Satu Vendor

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.