Terima Dosis Kedua Vaksin Covid-19, Anies Baswedan: Alhamdulillah Tuntas

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua dari kanan) bersama Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid (kedua dari kiri) meninjau vaksinasi covid 19 untuk WNA (Ekspatriat) di Balai Kota, Jakarta, Selasa, 24 Agustus 2021. Sebanyak 300 WNA pemegang kitas mendapatkan vaksin sinophram dengan biaya Rp 700.000 per orang untuk 2 kali suntik. Adapun syarat yang dibutuhkan yaitu sebagai berikut: WNA berusia minimal 18 tahun, Memiliki salah satu kartu identitas berupa paspor, KITAS, dan KITAP, atau SKKT. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua dari kanan) bersama Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid (kedua dari kiri) meninjau vaksinasi covid 19 untuk WNA (Ekspatriat) di Balai Kota, Jakarta, Selasa, 24 Agustus 2021. Sebanyak 300 WNA pemegang kitas mendapatkan vaksin sinophram dengan biaya Rp 700.000 per orang untuk 2 kali suntik. Adapun syarat yang dibutuhkan yaitu sebagai berikut: WNA berusia minimal 18 tahun, Memiliki salah satu kartu identitas berupa paspor, KITAS, dan KITAP, atau SKKT. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menerima vaksin Covid-19 keduanya. Hal itu ia bagikan dalam unggahan di akun Instagramnya, @aniesbaswedan, pada Sabtu, 18 September 2021.

    "Alhamdulillah, vaksin AstraZeneca telah tuntas dosis kedua, 12 minggu setelah suntikan yang pertama," tulis Anies dalam keterangan unggahannya itu.

    Anies diketahui sebagai penyintas Covid-19. Dirinya dinyatakan positif terpapar virus itu pada 1 Desember 2020 setelah menjalani tes swab di Balai Kota DKI.

    Setelah menjalani isolasi mandiri di rumah dinasnya, pada 29 Desember 2020 Anies dinyatakan telah negatif. Pada 26 Juni 2021, Anies lantas menerima vaksin AstraZeneca dosis pertamanya.

    Anies mengatakan saat ini dirinya sudah termasuk dalam 7,2 juta warga DKI Jakarta yang sudah menerima dua dosis vaksin Covid-19. Menurut dia, semakin banyak warga di wilayah aglomerasi Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang sudah lengkap menerima vaksin Covid-19, maka pengurangan level PPKM pun akan lebih cepat.

    "Semakin cepat pula level PPKM dikurangi pembatasannya menuju kenormalan baru," kata Anies Baswedan.

    Baca juga: 2,5 Juta Warga KTP DKI Belum Vaksinasi, Anies Baswedan: Memang Tidak Mau Vaksin

    ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.