Berita Terpopuler: Anggota PJR Menganiaya hingga Elektabilitas PDIP dan PSI

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR RI Dapil Kabupaten Bogor, seusai mengunjungi Rocky Gerung di kediamannya yang disomasi oleh PT Sentul City di Gunung Batu, Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Jumat malam, 17 September 2021. TEMPO/M.A MURTADHO

    Anggota DPR RI Dapil Kabupaten Bogor, seusai mengunjungi Rocky Gerung di kediamannya yang disomasi oleh PT Sentul City di Gunung Batu, Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Jumat malam, 17 September 2021. TEMPO/M.A MURTADHO

    TEMPO.CO, JakartaBerita terpopuler kanal Metro hari ini, Ahad, 19 September 2021 adalah mengenai viralnya video 
    anggota patroli jalan yang diduga menganiaya pengendara di Tol Cikampek dan kunjungan anggota DPR Fadli Zon yang menyambangi rumah aktivis Rocky Gerung di Bojongkoneng, Bogor. Sedangkan berita ketiga populer tentang hasil survei JRC yang menyatakan elektabilitas PDIP dan PSI Unggul di DKI Jakarta.

    Berikut kilasan berita terpopuler kanal Metro:

    1. Anggota Patroli Jalan Raya atau PJR diduga menganiaya pengendara di Tol Jakarta-Cikampek KM 35. Video yang memuat penganiayaan itu viral di media sosial TikTok. Kepala Korps Lalu Lintas atau Kakorlantas Polri Inspektur Jenderal Istiono mengatakan telah meminta informasi ke jajarannya soal peristiwa tersebut. Menurut dia, peristiwa tersebut terjadi karena ada salah paham.

    "Ada miskomunikasi antara pelanggar sama petugas," kata Istiono saat dikonfirmasi, Sabtu, 18 September 2021.

    Dalam video yang beredar, anggota polri terlihat memiting leher pengendara. Seorang pengendara juga tampak mengalami luka di bagian bibir yang dinarasikan akibat dianiaya oleh petugas PJR tersebut.

    Menurut Istiono, kejadian di Tol Jakarta-Cikampek tersebut berlangsung tadi malam. Istiono mengatakan salah paham antara petugas dan pengendara berkaitan dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK.

    2. Anggota DPR RI Fadli Zon mengunjungi rumah Rocky Gerung yang tengah ramai diperbincangkan karena akan digusur pihak pengembang PT Sentul City.

    Fadli mengatakan, kedatangannya ke rumah Rocky karena sengketa lahan tersebut menjadi perhatian publik. Yang paling penting, kata Fadli, kedatangannya karena ia merupakan wakil rakyat dengan daerah pemilihan Bogor.

    “Ya karena saya angoota DPR yang dipilih di Dapil Bogor, saya datangi kawan saya dan juga sekaligus menampung aspirasi warga di sini," ujar politikus Partai Gerindra itu.

    Fadli mengklaim, selain dengan Rocky Gerung, dalam pertemuan itu ia juga bertemu dengan perwakilan RT, RW, tokoh masyarakat, dan juga warga yang mengaku sudah tinggal lama di Bojong Koneng.

    Fadli mengisahkan, para warga Bojong Koneng itu menyampaikan keinginannya untuk mendapat sertifikat atas tanah yang sudah mereka tempati. 

    “Jumlahnya ada banyak, ribuan kali. Saya juga minta kepada mereka untuk mengumpulkan bukti-bukti, karena mereka juga membayar PBB. Ada juga yang tinggal di sini sejak 1935 sepuluh tahun sebelum Indonesia Merdeka,” kata Fadli.

    Fadli mengatakan harus segera ada langkah dalam penyelesaian kasus ini seiring dengan program pemerintah tentang sertifikasi lahan.

    3. Elektabilitas PDIP dan PSI berdasarkan survei Jakarta Research Center menduduki posisi teratas di DKI Jakarta.

    Direktur Komunikasi JRC Alfian P mengatakan, tingkat elektabilitas PDIP sebanyak 23,0 persen dan PSI mencapai 17,6 persen. "Jika digabungkan, elektabilitas kedua parpol mencapai lebih dari 40 persen," ujar Alfian seperti dikutip Antara, Sabtu, 18 September 2021.

    Dalam survei itu, PKS yang pernah mendominasi Jakarta kini menempati urutan ke 6.

    Setelah PSI, tempat ketiga ditempati Golkar dengan 8,1 persen, Demokrat sebanyak 6,9 persen, Gerindra 5,3 persen, dan PKS sebanyak 5,0 persen.Pada urutan berikutnya Nasdem 3,9 persen dan PKB sebesar 2,6 persen, disusul Partai Ummat 1,9 persen, PAN dengan 1,6 persen, Partai Gelora 1,4 persen, dan PPP sebesar 1,3 persen.

    "PKS yang selama ini mendominasi Jakarta mendapat ancaman serius, di mana sejumlah tokohnya bergabung dengan Gelora," kata Alfian.

    Berita terpopuler selengkapnya bisa dibaca di sini

    Baca: Berita Terpopuler: PA 212 dan Film G30S, hingga Kalapas Tangerang Dicopot


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.