Vandalisme di Tugu Sepatu, Wagub DKI: Grafiti Tak Dilarang, Asal pada Tempatnya

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampakan tugu berbentuk sepatu didirikan di kawasan Sudirman, Jakarta, Sabtu, 18 September 2021. Pembuatan tugu sepatu ini merupakan hasil kerja BUMD Jaktour yang melakukan kolaborasi dengan sejumlah pihak. TEMPO/Daniel Christian D.E

    Penampakan tugu berbentuk sepatu didirikan di kawasan Sudirman, Jakarta, Sabtu, 18 September 2021. Pembuatan tugu sepatu ini merupakan hasil kerja BUMD Jaktour yang melakukan kolaborasi dengan sejumlah pihak. TEMPO/Daniel Christian D.E

    TEMPO.CO, Jakarta- Wakil Gubernur atau Wagub DKI Ahmad Riza Patria menyayangkan tugu sepatu di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, yang mengalami vandalisme. Menurut Riza Patria, tugu sepatu yang merupakan kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dengan produsen sepatu merk Sepatu Compass itu merupakan salah satu ikon Ibu Kota.

    “Tugu sepatu itu bagian dari ikon Kota Jakarta. Jangan kemudian dinodai oleh vandalisme,” ujar Riza usai menghadiri acara Pembukaan Musyawarah Wilayah III GMPI Jakarta pada Ahad, 19 September 2021. 

    Menurut Riza, pihak berwenang akan menindaklanjuti kasus vandalisme tersebut. Termasuk, kata dia, mencari tahu siapa pelakunya. Meski begitu, Riza mengatakan Pemprov DKI tak pernah melarang kegiatan grafiti ataupun sejenisnya yang merupakan ajang kreativitas kaum muda.

    “Tentu ke depan kami minta, kami tidak melarang kegiatan mural, grafiti, dan sebagainya. Kreativitas generasi muda. Saya mohon di salurkan pada tempat nya ,” kata Wagub DKI

    Instalasi sepatu itu dibangun persis di depan Stasiun BNI City Taman Dukuh Atas. Mereknya adalah Compass dengan dominasi warna putih, kuning, biru, coklat muda, dan merah. Pada bagian kanan sepatu dicoret-coret. Ikon yang tadinya berwarna putih itu kini terdapat coretan berwarna ungu. Di bagian sol sepatu juga terlihat coretan hitam.

    Seni instalasi itu merupakan bentuk gerakan dari Festival Kolaborasi Jakarta, merek sepatu lokal Compass, dan PT Bank Central Asia Tbk. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Gumilar Ekalaya mengatakan kegiatan ini dibuat untuk menyambut Tahun Internasional Ekonomi Kreatif 2021 yang diinisiasi United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD).

     Baca juga: Sebut Tugu Sepatu di Jalan Sudirman untuk Hiasi Jakarta, Wagub DKI: Bisa Selfie

    ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.