Rumput Hibrida Mulai Ditanam di Lapangan Utama Jakarta International Stadium

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) yang memasuki tahap pemasangan rangka atap di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021. Pemasangan rangka atap JIS yang memiliki berat 3.900 ton dengan bentang 269 meter tersebut menggunakan sistem 'heavy lifting'. ANTARA/Galih Pradipta

    Foto aerial pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) yang memasuki tahap pemasangan rangka atap di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021. Pemasangan rangka atap JIS yang memiliki berat 3.900 ton dengan bentang 269 meter tersebut menggunakan sistem 'heavy lifting'. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta – PT Jakpro mulai menanami lapangan utama Jakarta International Stadium dengan rumput hibrida. Pemasangan dilakukan pada Ahad malam, 19 September 2021.

    Project Manager Jakarta International Stadium atau JIS Ary Wibowo mengatakan sebelum pemasangan rumput hibrida, pekerjaan konstruksi telah dilakukan di lapangan utama. Pekerjaan itu adalah pemasangan batu split dan berbagai jaringan utilitas.

    "Gunanya agar saat hujan, lapangan tidak becek," kata Ary dalam keterangan yang diterima Tempo, Senin, 20 September 2021. Dengan struktur yang dibuat tersebut, air hujan akan cepat menyerap dalam hitungan detik.

    Selain itu, untuk memenuhi standar Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) ada mesin penyiraman otomatis melalui sprinkler. "Alhamdulillah saat ini sudah bisa kami lakukan uji coba pemasangan," ujar dia.

    Rumput hibrida yang dipasang di JIS merupakan perpaduan antara rumput sintetis dan rumput alami. Komposisi rumput ini adalah 5 persen rumput sintetis asal Italia berjenis Limonta dan 95 persen berasal dari rumput alami dengan jenis varietas Zoysia Matrella, yang datang langsung dari Boyolali, Jawa Tengah.

    Rumput hibrida ini menurut Ary sangat cocok dengan kondisi iklim pesisir, karena lokasi JIS di Papango, berada di tak jauh dari pesisir pantai utara Jakarta. Selain itu, biaya pemeliharaan rumput hibrida lebih efisien.

    Rumput ini juga memiliki daya serap air yang mumpuni. Ketahanan dari rumput hibrida ini adalah bisa digunakan untuk 1.000 jam pertandingan. Tentu ini jauh lebih lama ketimbang rumput alami yang hanya dapat digunakan untuk 300 jam pertandingan.

    Ary pun mengatakan bahwa dengan penggunaan rumput hibrida maka stadion JIS diperkirakan dapat menghelat dua pertandingan sepak bola dalam satu hari di pertandingan resmi berstandar FIFA.

    YULIANTI PUTRI ZELITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Perlu Diketahui Tentang Kemenangan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Kemengan Jonatan Christie di Thomas Cup 2020 menandai kemenangan Tim Merah Putih. Sejumlah catatan ditorehkan oleh regu yang menang atas Cina ini.